Jawa Pos Radar Madiun – Kancah musik lokal kembali kedatangan pendatang baru yang menjanjikan.
Band bernama BLAHH, asal Kota Madiun, resmi meluncurkan debut single mereka bertajuk “Echoes of the Void” pada 13 Februari 2025.
Dengan formasi yang solid dan gaya musik yang tak biasa, BLAHH hadir membawa warna baru di tengah maraknya musik digital.
BLAHH digawangi oleh lima musisi muda berbakat, yakni:
Immanuel (vokal)
Farrel (bass)
Dani (drum)
Yudi (gitar)
Votee (sintesis)
Band ini terbentuk di Madiun pada tahun 2022, dan sejak awal dikenal memiliki pendekatan musik yang eksploratif dan tidak terpaku pada satu genre.
Kombinasi Doom Metal, Hardcore Punk, dan Post-Punk
Yang membedakan BLAHH dari band lainnya adalah kawin silang genre yang mereka bawa.
Mulai dari doom metal yang berat dan atmosferik, hardcore punk yang meledak-ledak, hingga post-punk yang gelap dan penuh eksistensialisme, semua dikemas dalam satu racikan yang padat dan penuh karakter.
Suara mereka terdengar mentah, mencekam, tapi sekaligus menggugah, cocok untuk para penikmat musik yang haus akan sesuatu yang otentik dan jujur.
“Echoes of the Void”: Kritik terhadap Dunia Digital
Single perdana mereka, “Echoes of the Void”, bukan hanya sekadar lagu, tapi juga pernyataan sikap.
Lagu ini menggambarkan keresahan generasi masa kini yang semakin terjerat oleh kebohongan dan ilusi digital.
Dengan riff gitar berat, beat yang menghentak, dan atmosfer gelap yang menghipnotis, lagu ini terasa seperti serangan sonik terhadap dunia yang penuh kebisingan palsu.
Dengarkan langsung “Echoes of the Void” di Spotify:
Usung Misi Membuat Perbedaan di Belantika Musik
Dengan pendekatan musikal yang berani dan tema sosial yang relevan, BLAHH tidak sekadar ingin tampil berbeda, tapi juga membawa dampak.
Mereka berharap bisa menyuarakan kegelisahan generasi muda melalui musik yang keras tapi jujur.
BLAHH adalah bukti bahwa kota kecil seperti Madiun punya potensi besar dalam melahirkan band dengan kualitas dan identitas kuat.
Mereka adalah wajah baru dalam skena musik alternatif Indonesia yang patut untuk terus dipantau. (naz)
Editor : Mizan Ahsani