Jawa Pos Radar Madiun – Pernahkah merasa lebih nyaman mendengarkan lagu-lagu lama ketimbang mencoba musik baru? Jika ya, kamu tidak sendiri.
Fenomena ini dikenal dengan istilah musical paralysis, yaitu kecenderungan seseorang berhenti mengeksplorasi musik baru ketika memasuki usia 30-an.
Riset dari platform musik digital asal Prancis, Deezer, menemukan bahwa 60 persen responden berhenti mencari musik baru dan hanya memutar lagu-lagu yang sudah mereka kenal sejak lama.
Sisanya adalah mereka yang masih aktif mengikuti rilisan terbaru, entah lewat playlist Discover Weekly atau Release Radar.
Mengapa Musical Paralysis Terjadi?
Mayoritas responden menyebutkan alasan klasik: keterbatasan waktu dan rutinitas hidup.
Di usia 30-an, seseorang cenderung sibuk bekerja, mengurus keluarga, memikirkan tagihan listrik, cicilan rumah, hingga membeli susu anak.
Musik baru yang tak dikenal pun sering diabaikan karena butuh "energi tambahan" untuk dinikmati.
Ambil contoh seseorang yang tumbuh di awal 2000-an bersama lagu-lagu Dewa 19.
Saat berusia 40-an, besar kemungkinan dia akan tetap memutar Dewa 19 di tengah pekerjaan kantoran, alih-alih mencoba musik dari Hindia, Feast, atau Tenxii.
Bagi sebagian orang, musik adalah identitas diri, dan genre tertentu sudah mewakili karakter atau perjalanan hidup mereka.
Pendengar fanatik pop Jawa atau dangdut mungkin akan langsung memutar lagu Denny Caknan ketimbang memahami lirik puitis dari Efek Rumah Kaca atau The Adams.
Apakah Ini Salah?
Tidak. Musical paralysis bukanlah kesalahan. Ini adalah bentuk kenyamanan yang manusiawi.
Sama seperti seseorang yang sudah cocok dengan mie ayam pinggir jalan, meskipun diperkenalkan dengan ramen mahal, ia tetap menganggap mie ayam favoritnya lebih nikmat.
Namun, penting juga untuk menyadari bahwa dunia terus berkembang. Musik pun demikian.
Ada ribuan lagu baru yang dirilis setiap hari dengan keunikan dan pesan yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya.
Jika merasa musik yang Anda dengarkan mulai membosankan, cobalah sesekali membuka playlist genre lain. Dengarkan musisi muda lokal.
Coba cari tahu mengapa lagu mereka viral. Anda tidak harus menyukai semuanya, tapi bisa saja menemukan kejutan menyenangkan yang membuat jatuh cinta lagi pada musik.
Musik seharusnya tidak hanya menjadi nostalgia, tetapi juga bisa menjadi ruang eksplorasi diri dan ekspresi emosional yang terus tumbuh seiring usia. (cor)
Editor : Andi Chorniawan