Band hardcore punk asal Jawa Timur, Marax, merilis single bertajuk “Barak / 1428” yang menghadirkan dua lagu dengan karakter cepat, agresif, dan penuh energi.
Rilisan tersebut resmi diluncurkan pada 3 November 2025 dan langsung menegaskan identitas musikal Marax yang kuat di jalur hardcore punk.
Dalam paket rilisan ini terdapat dua lagu, yakni “Barak” dan “1428”, dengan total durasi sekitar enam menit.
Kedua lagu tersebut dirancang dengan struktur yang padat dan intens, mencerminkan karakter hardcore punk klasik yang lugas dan tanpa kompromi.
Lagu “Barak” berdurasi sekitar 3 menit 57 detik dengan komposisi yang relatif lebih panjang.
Lagu ini menonjolkan riff gitar tajam dengan struktur yang solid serta dinamika yang tetap agresif sejak awal hingga akhir.
Baca Juga: Single “Stray” Perkuat Identitas Remoire di Skena Hardcore Lokal, Liriknya tentang Pergulatan Batin
Sementara itu, “1428” hadir dengan durasi lebih singkat, sekitar 2 menit 31 detik, namun memiliki tempo yang lebih cepat dan brutal.
Lagu ini dipenuhi energi mentah khas hardcore punk dengan pukulan drum yang menghentak dan vokal yang eksplosif.
Secara musikal, Marax dikenal dengan gaya hardcore punk yang cepat dan penuh distorsi.
Musik mereka dipenuhi riff gitar tajam, tempo pogo beat yang intens, serta vokal agresif yang menjadi ciri khas genre tersebut.
Inspirasi mereka berasal dari berbagai band hardcore punk klasik.
Namun Marax tetap menghadirkan karakter sendiri melalui pendekatan yang lebih modern, ringkas, dan padat energi.
Rilisan “Barak / 1428” memperlihatkan kemampuan band dalam merangkum intensitas hardcore dalam format lagu yang relatif singkat namun tetap menghentak.
Selain itu, dua lagu tersebut juga menunjukkan konsistensi Marax dalam mempertahankan semangat DIY dan estetika underground yang telah menjadi akar kuat dari skena hardcore.
Melalui rilisan ini, Marax kembali menegaskan perannya sebagai salah satu band yang aktif menjaga denyut musik hardcore punk lokal.
Kehadiran “Barak / 1428” menjadi bukti bahwa semangat hardcore punk masih hidup dan terus berkembang, khususnya di skena underground Jawa Timur yang dikenal produktif melahirkan band-band energik.
Editor : Andi Chorniawan