Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anyma dan Lisa BLACKPINK Rilis “Bad Angel”, Kolaborasi EDM Futuristik yang Curi Perhatian Global

Dwita Ikhtiananda • Jumat, 17 April 2026 | 09:05 WIB
a
Lisa ft Anyma (Instagram.com/wearelloud)

Jawa Pos Radar Madiun - Kolaborasi lintas genre kembali mengguncang industri musik global. Anyma resmi merilis single terbaru berjudul “Bad Angel” bersama Lisa.

Lagu ini langsung mencuri perhatian karena memadukan musik elektronik futuristik dengan karakter vokal pop yang kuat. Berdasarkan laporan media musik internasional seperti uDiscover Music dan Bandwagon Asia, “Bad Angel” dirilis pada awal April 2026 dan menjadi salah satu rilisan EDM-pop paling banyak dibicarakan dalam waktu singkat.

Perpaduan EDM, Techno, dan Pop Modern

“Bad Angel” mengusung gaya melodic techno-pop yang menjadi ciri khas Anyma. Produksi musiknya dipenuhi beat dalam, synth futuristik, serta atmosfer gelap yang sinematik.

Di atas fondasi tersebut, vokal Lisa hadir dengan karakter tegas dan emosional. Perpaduan ini menciptakan kontras yang kuat namun tetap harmonis, membuat lagu terasa intens sekaligus mudah diterima oleh pendengar mainstream.

Sejumlah pengamat musik menilai kombinasi ini berhasil menjembatani dunia EDM yang eksperimental dengan pop modern yang lebih luas audiensnya.

Makna Lirik: Kebebasan dan Sisi “Gelap”

Dari sisi lirik, “Bad Angel” mengangkat tema identitas dan kebebasan diri. Lagu ini menggambarkan keberanian seseorang dalam menerima sisi “gelap” dalam dirinya, sekaligus tampil tanpa terikat ekspektasi sosial.

Pesan tersebut terasa kuat melalui delivery vokal Lisa yang ekspresif. Ia membawakan emosi yang mencerminkan karakter independen, menjadikan lagu ini tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga relevan secara emosional.

Baca Juga: Lagu Terpopuler Spotify Pekan Ini, Dari Ari Abdul "Babydoll" hingga Taylor Swift "The Fate of Ophelia"

Visual Futuristik dan Karakter Beatrix

Daya tarik lain dari “Bad Angel” terletak pada video klipnya yang menghadirkan konsep futuristik. Lisa tampil sebagai karakter bernama Beatrix, sosok hybrid antara manusia, malaikat, dan android.

Visual yang ditampilkan bernuansa dystopian dengan sentuhan teknologi tinggi. Media seperti Vogue menilai konsep ini terinspirasi dari tema transhumanisme, yakni hubungan antara manusia dan teknologi di masa depan.

Pendekatan visual ini memperkuat identitas lagu sebagai karya yang tidak hanya mengandalkan audio, tetapi juga pengalaman artistik secara menyeluruh.

Kolaborasi yang Terbangun dari Visi Artistik

Dalam beberapa wawancara, Anyma menyebut Lisa sebagai sosok yang mampu membawa dimensi emosional dalam proyek ini. Sementara itu, Lisa mengaku tertarik mengeksplorasi musik elektronik sebagai bentuk ekspansi musikal di luar identitasnya selama ini.

Kolaborasi ini dinilai bukan sekadar proyek komersial, melainkan hasil dari pertemuan visi artistik dua musisi dengan latar belakang berbeda.

 

Sejak dirilis, “Bad Angel” langsung mendapat respons positif di berbagai platform streaming dan media sosial. Lagu ini dengan cepat meraih jutaan stream hanya dalam beberapa hari.

Penggemar memuji keberanian Lisa keluar dari zona nyaman, sementara penikmat musik elektronik mengapresiasi produksi Anyma yang tetap konsisten namun lebih accessible.

Banyak pengamat menilai lagu ini berpotensi menjadi salah satu rilisan penting di tahun 2026, terutama dalam memperluas jangkauan EDM ke pasar global.

Langkah Baru di Industri Musik Global

“Bad Angel” menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas genre semakin relevan di era digital. Lagu ini memperlihatkan bagaimana batas antara EDM dan pop semakin tipis, menciptakan ruang baru bagi eksperimen musikal.

Bagi Lisa, proyek ini menandai fase baru sebagai artis global yang lebih eksploratif. Sementara bagi Anyma, kolaborasi ini membuka akses ke audiens yang lebih luas di luar komunitas EDM.

Dengan konsep kuat, produksi matang, dan identitas visual yang khas, “Bad Angel” menunjukkan bahwa musik modern kini berkembang menjadi pengalaman multidimensi—bukan sekadar suara, tetapi juga narasi dan visual yang menyatu.

Editor : Dwita Ikhtiananda
#anyma #bad angel #edm #Lisa