Jawa Pos Radar Madiun - Penyanyi muda Indonesia Bernadya kembali merilis karya terbaru berjudul “Rabun Jauh” pada 13 April 2026 di berbagai platform digital.
Lagu ini langsung mencuri perhatian karena nuansa emosional yang kuat serta lirik yang terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar. “Rabun Jauh” menjadi bagian dari perjalanan menuju album kedua Bernadya, sekaligus mempertegas identitasnya sebagai musisi dengan kekuatan storytelling personal.
Lagu tentang Rindu yang Tak Kunjung Sampai
- Tema rindu yang relatable
“Rabun Jauh” mengangkat perasaan rindu terhadap seseorang yang sudah tidak lagi dekat, namun masih terus diharapkan kehadirannya. - Refleksi menunggu yang tidak pasti
Lagu ini menggambarkan kondisi ketika seseorang berharap akan ada kepastian, tetapi kenyataan justru tidak pernah datang. - Kejujuran menghadapi kenyataan
Bernadya juga menyinggung bagaimana manusia sering memilih “tidak melihat” kebenaran demi menghindari rasa sakit, sebelum akhirnya harus menerima realita.
Baca Juga: Maudy Ayunda Rilis OST Para Perasuk, “Aku yang Engkau Cari” dan “Di Tepi Lamunan”
Proses Kreatif dari Panggung hingga Ide Personal
Proses kreatif “Rabun Jauh” berawal dari momen spontan yang dialami Bernadya saat tampil di sebuah kota. Dalam situasi tersebut, ia menangkap potongan emosi yang kemudian berkembang menjadi lirik utuh. Ide yang awalnya sederhana itu perlahan diperdalam hingga menjadi karya yang matang dan penuh makna.
Dalam pengembangannya, Bernadya tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan Rendy Pandugo dan Kamga untuk memperkaya komposisi serta memperkuat nuansa lagu. Kolaborasi ini membuat “Rabun Jauh” terasa lebih hidup, baik dari sisi musikal maupun emosi yang disampaikan.
Menuju Album Kedua
“Rabun Jauh” menjadi bagian penting dalam fase baru perjalanan karier Bernadya, terutama sebagai langkah menuju album keduanya yang tengah dipersiapkan. Melalui lagu ini, Bernadya menunjukkan pendekatan yang lebih matang dibanding karya-karya sebelumnya, dengan eksplorasi emosi yang terasa lebih reflektif dan dalam. Meski demikian, ia tetap konsisten mempertahankan identitas musikalnya—menghadirkan lagu-lagu bernuansa melankolis dengan kekuatan lirik yang personal dan mudah terhubung dengan pengalaman pendengar.
“Rabun Jauh” tidak hanya berbicara tentang patah hati, tetapi juga tentang harapan yang tidak selalu terwujud, keinginan menghindari kenyataan, hingga keberanian menerima rasa sakit.
Dengan pendekatan yang sederhana namun dalam, Bernadya kembali membuktikan bahwa kekuatan musik terletak pada kejujuran emosi.
Di tengah hiruk-pikuk industri musik modern, “Rabun Jauh” hadir sebagai pengingat bahwa lagu paling kuat sering kali lahir dari pengalaman paling sunyi dan personal.
Editor : Dwita Ikhtiananda