Jawa Pos Radar Madiun – Band bArddd asal Bandung melepas album Bara pada 10 April 2026 lewat Lisdia Records.
Sebuah langkah awal yang tidak mencoba mencuri perhatian secara instan, tapi justru menawarkan sesuatu yang lebih personal.
Bara dibangun dari perpaduan shoegaze, dream pop, hingga indie pop. Namun alih-alih terdengar padat dan penuh, album ini memilih ruang.
Distorsi gitar tetap hadir, tapi tidak menekan. Ia mengalir bersama melodi yang hangat, menciptakan kontras yang terasa natural.
Baca Juga: Album IV: Anastasis Bukti Seringai Belum Habis, 12 Lagu Heavy Rock Penuh Energi dan Lirik Menggigit
Ada semacam keseimbangan antara kebisingan dan keheningan, di mana keduanya saling mengisi tanpa saling menutupi.
Dari Harapan hingga Luka yang Tertinggal
Secara tematik, Bara berbicara soal hal-hal yang dekat: harapan yang tumbuh pelan, luka yang tidak benar-benar hilang, dan upaya untuk tetap bertahan di tengah semuanya.
bArddd tidak mencoba menjelaskan terlalu banyak. Mereka membiarkan emosi itu hadir apa adanya, tanpa dramatisasi berlebih.
Hasilnya, album ini terasa jujur—bahkan ketika ia memilih diam.
Aroma Khas Bandung yang Masih Terjaga
Ada sesuatu yang familier dalam Bara. Nuansa “sound Bandung” terasa kuat, terutama dari cara mereka mengolah atmosfer. Sedikit nostalgia, sedikit dingin, tapi tetap hangat di waktu yang sama.
Pendekatan produksinya tidak berusaha terlalu rapi. Justru di situ letak daya tariknya—tekstur suara dibiarkan hidup, memberi ruang bagi pendengar untuk mengisi maknanya sendiri.
Editor : Andi Chorniawan