Jawa Pos Radar Madiun - Jika waktu adalah pencuri yang paling ulung, maka Grass Park adalah sekumpulan pemuda yang mencoba merebut kembali kenangan itu lewat frekuensi suara.
Band midwest emo asal Medan ini tidak sekadar merilis kumpulan lagu, namun membangun sebuah kapsul waktu bertajuk Fleeting Moment.
Dirilis di bawah bendera Outtasight Records, EP perdana ini menjadi sebuah proklamasi bahwa rasa haru, senang, dan melankolia bisa bersenyawa dalam satu tarikan napas tanpa harus terdengar klise.
Antara Senyum dan Sedu
Narasi EP ini bergerak layaknya komidi putar, membawa pendengar melintasi puncak kebahagiaan yang meluap hingga jatuh ke palung refleksi yang paling dalam.
Baca Juga: EP Catalyst Pelan tapi Menghantam, Post Shoegaze dari Band Nouva asal Palu
Grass Park berhasil mengolah dualitas rasa menjadi bahan bakar utama yang menghidupkan setiap aransemen, menciptakan pengalaman dengar yang terasa sangat personal dan nyata.
Fokus musikal yang tajam membuktikan bahwa mereka tahu betul ke mana arah kemudi identitas mereka akan dibawa sejak track pertama diputar.
Senjata Gitar yang Bercerita
Alih-alih terjebak dalam eksperimen yang membingungkan, kuartet ini memilih setia pada pakem rock dengan sentuhan twinkly guitar yang ringan namun memiliki bobot emosional.
Penempatan single debut "Memoirs" di dalam daftar enam lagu ini berfungsi sebagai jangkar nostalgia yang menghubungkan akar masa lalu dengan eksplorasi narasi baru mereka.
Estetika suara yang mereka tawarkan sangat ramah di telinga, namun tetap menyisakan ruang bagi pendengar untuk merenung di sela-sela distorsi tipis dan melodi gitar yang berkelindan.
Militansi DIY
Seluruh proses kreatif dan teknis yang dikerjakan secara mandiri memberikan tekstur kejujuran yang jarang ditemukan pada rilisan yang terlalu banyak dipoles tangan dingin produser.
Pendekatan Do It Yourself ini mempertegas bahwa Grass Park tidak hanya bermain musik, tapi juga menjaga kedaulatan karya mereka dengan cara yang paling intim dan organik.
Kehadiran EP ini di berbagai platform digital menjadi gerbang pembuka bagi pendengar luas untuk masuk ke dalam semesta emosional mereka yang jujur dan tanpa basa-basi.
Grass Park tidak sedang berusaha mengubah dunia dengan EP ini; mereka hanya sedang mencoba menyelamatkan momen-momen kecil yang sering kita lupakan.
Editor : Andi Chorniawan