Jawa Pos Radar Madiun – Kalau kamu suka lagu yang pelan tapi nempel lama di kepala, kolaborasi Themilo dan Pure Saturday ini wajib masuk playlist.
Dua nama dari generasi berbeda akhirnya ketemu di satu track berjudul “Tangguh”—dan hasilnya jauh dari kata biasa.
Bukan tipe lagu yang langsung “nendang” di awal, Tangguh justru pelan-pelan masuk.
Kayak kabut tipis yang makin lama makin tebal. Themilo tetap dengan warna shoegaze yang dreamy, sementara Pure Saturday kasih sentuhan khas mereka yang lebih matang dan emosional.
Baca Juga: Afit Sanis Blak-blakan Jawab Hadirnya Lineup Pop di Festival Black Heart 2026
Pelan tapi Dalam
Di lagu ini, nggak ada gebrakan besar atau chorus yang meledak-ledak. Semua mengalir pelan, bahkan cenderung sunyi. Tapi justru di situ letak kekuatannya.
Soundscape-nya terasa intim. Gitar berlapis, ambience yang dingin, dan vokal yang seperti berbisik bikin lagu ini terasa personal banget—seolah lagi ngobrol sama diri sendiri.
Cerita Tentang Kuat Versi “Diam”
Secara lirik, Tangguh nggak ngomong soal kuat yang keras dan penuh teriakan. Justru sebaliknya.
Lagu ini bercerita tentang bertahan dalam diam. Tentang luka yang nggak selalu kelihatan, tentang proses panjang yang kadang nggak disadari. Kuat di sini bukan soal menang, tapi soal tetap jalan walau lagi rapuh.
Kolaborasi yang Nggak Dipaksain
Yang bikin kolaborasi ini terasa enak adalah semuanya terasa natural. Nggak ada yang dominan, nggak ada yang “nebeng nama”. Themilo dan Pure Saturday benar-benar ketemu di tengah.
Ini bukan sekadar kolaborasi, tapi kayak ruang baru buat dua band ini eksplorasi rasa.
Bukan Buat Semua Orang, Tapi Ngena Buat yang Paham
Tangguh mungkin bukan lagu yang langsung viral atau gampang dinyanyiin. Tapi buat kamu yang suka musik dengan rasa—ini tipe lagu yang bakal kamu ulang berkali-kali.
Karena kadang, lagu terbaik bukan yang paling keras, tapi yang paling jujur.
Editor : Andi Chorniawan