Jawa Pos Radar Madiun - Band asal Yogyakarta, Cherish, resmi membuka langkah di skena musik independen lewat EP perdana berjudul “Daily of Pretty Mess”.
Rilisan ini langsung menarik perhatian karena menghadirkan pendekatan yang jujur dalam membahas keresahan sehari-hari.
Tidak hanya tersedia secara digital melalui Bandcamp, EP ini juga dirilis dalam format kaset edisi terbatas yang diperkenalkan saat perayaan Record Store Day Yogyakarta.
Lima Lagu, Satu Cerita yang Personal
“Daily of Pretty Mess” memuat lima trek, yakni “Intro”, “Silent Admirer”, “Can I Annoy You 4ever?”, “Candy Kisses”, dan “Favorite Bar”.
Baca Juga: Badrun Rilis Single Timmy, Lagu Debut yang Lahir dari 298 Draf Rhythm dan Dua Tahun Penundaan
Lewat kelima lagu tersebut, Cherish merangkai cerita tentang perasaan yang sering kali sulit diungkapkan.
Tema yang diangkat berputar pada dinamika relasi, keraguan, hingga konflik batin yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sound Intim dan Hangat
Dalam proses produksinya, Cherish bekerja sama dengan Watchtower Records sebagai studio rekaman, sementara mixing dan mastering ditangani oleh Bable Segala.
Hasilnya adalah karakter suara yang terasa intim dan hangat. Setiap lagu seolah mengajak pendengar masuk ke ruang personal yang penuh emosi, namun tetap terasa ringan untuk dinikmati.
Merayakan Ketidaksempurnaan
Alih-alih menawarkan jawaban, EP ini justru membuka ruang refleksi. Cherish memilih untuk merangkul ketidaksempurnaan sebagai bagian dari pengalaman manusia.
Pendekatan ini membuat “Daily of Pretty Mess” terasa relevan, terutama bagi pendengar yang sedang berada dalam fase pencarian diri.
Awal Perjalanan Cherish
EP ini menjadi langkah awal Cherish dalam membangun identitas musikal mereka. Dengan pendekatan yang jujur dan emosional, rilisan ini juga menjadi petunjuk arah eksplorasi mereka ke depan.
“Daily of Pretty Mess” bukan sekadar debut, tetapi juga pernyataan bahwa Cherish siap menghadirkan karya yang dekat dengan realitas dan perasaan banyak orang.
Editor : Andi Chorniawan