Jawa Pos Radar Madiun - Kalau ada band yang terdengar seperti nggak bisa diam, mungkin Piddle salah satunya.
Baru juga melepas mini album debut Step Up!!! tahun lalu, mereka sudah kembali tancap gas lewat single anyar berjudul Smile yang resmi dirilis pada 1 Mei 2026.
Tapi menariknya, kali ini Piddle nggak cuma datang dengan ledakan energi penuh tempo cepat.
Di “Smile”, mereka justru mulai menunjukkan sisi yang sedikit lebih santai dan emosional.
Proyek Baru, Energi Lama yang Makin Liar
Piddle sendiri lahir dari empat nama yang sebenarnya sudah cukup aktif di skena musik independen.
Band ini dihuni Yanuar Rizal dari Zeal, Aditya Umbara dari Hong!, Ridwan Mafhumy dari Kuro! dan Rejected Kids, serta Helmy yang juga bermain di Rejected Kids, Gvsar, dan Fastcrash.
Dari kombinasi itu, lahirlah musik yang penuh beat menghentak, riff agresif, dan melodi catchy yang gampang nempel di kepala.
Dan yang bikin menarik, semua pengaruh musik dari masing-masing personel berhasil dilebur jadi identitas baru yang terasa segar dan tetap punya karakter kuat.
“Smile” Jadi Sisi yang Lebih Hangat
“Smile” bakal jadi track pembuka untuk maxi-single terbaru mereka bertajuk s-mile-s.
Di rilisan tersebut, Piddle sengaja menghadirkan dua lagu dengan karakter yang bertolak belakang.
Kalau “Smile” terdengar lebih santai, emosional, dan punya ruang bernapas lebih lebar, maka lagu lainnya, “Miles”, bakal jadi jalur cepat penuh energi yang lebih eksplosif.
Konsep dua sisi ini terasa menarik karena memperlihatkan bahwa Piddle nggak mau terjebak cuma di satu warna musik saja.
Mereka tetap cepat, tetap agresif, tapi mulai berani mengeksplorasi dinamika yang lebih luas.
Bukan Sekadar Band Sampingan
Sejak terbentuk pada 2024, Piddle memang terlihat bergerak cepat.
Mini album debut Step Up!!! yang rilis pada Oktober 2025 sebelumnya sudah jadi penanda kalau proyek ini bukan sekadar tempat “main-main” di luar band utama masing-masing personel.
Dan lewat “Smile”, Piddle makin terasa seperti ruang baru buat mereka menabrak batasan dan membangun identitas musik sendiri yang lebih liar, lebih bebas, tapi tetap menyenangkan buat didengar keras-keras. (naz)
Editor : Mizan Ahsani