Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tinggalkan Akar Midwest, Eleventwelft Bereksplorasi Genre di Album Konseptual 11

Dani Erwanto • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:15 WIB
Eleventwelft meluncurkan album penuh kedua mereka bertajuk 11.
Eleventwelft meluncurkan album penuh kedua mereka bertajuk 11.

Jawa Pos Radar Madiun - Peta pergerakan industri musik independen tanah air kembali diwarnai oleh gebrakan berani dari salah satu unit math rock dan emo paling progresif asal ibu kota.

Eleventwelft secara resmi menandai fase baru perjalanan musikal mereka lewat peluncuran album penuh kedua yang diberi judul “11” pada tanggal 26 Juni 2026 lalu.

Album yang dilepas di bawah naungan label Angular//Momentum Records ini diproyeksikan sebagai bagian awal dari sebuah proyek konseptual besar dua babak yang nantinya akan disempurnakan lewat peluncuran album pendamping bertajuk “12” di penghujung tahun.

Grup musik yang digawangi oleh Rona pada vokal, Tir pada bass dan vokal, FA Poetra Tiarda pada gitar, serta Dimas pada posisi drum ini menyusun album “11” sebagai ruang dialog batin yang mendalam.

Untaian narasi dalam lagu-lagunya bergerak dinamis di antara tema mimpi, rasa kehilangan, pengorbanan, hingga proses melepaskan yang semuanya dibingkai melalui metafora penerbangan puitis sekaligus reflektif.

Baca Juga: Bawa Nuansa Shoegaze, Dua Band Indie Bandung ASHN dan Puremoon Rilis EP Kolaborasi Bertajuk Split

Tinggalkan Akar Lama, Lakukan Eksplorasi Genre

Secara aransemen musikal, album “11” memperlihatkan perubahan arah estetika yang cukup drastis dan kontras jika dibandingkan dengan karya-karya terdahulu mereka.

Eleventwelft perlahan mulai berani meninggalkan pakem midwest emo yang selama ini melekat erat pada identitas mereka, dan memilih melangkah ke wilayah eksperimen yang lebih padat.

Pendengar akan disuguhi oleh perpaduan lapisan musik post-hardcore yang agresif, sentuhan elektronik bernuansa EDM, hingga sisipan teknik glitch yang eksperimental.

Langkah berani ini melahirkan sebuah lanskap suara baru yang terasa jauh lebih berani, dinamis, serta memperluas batas kreativitas bermusik mereka di studio.

Salah satu daya tarik utama dalam album ini hadir melalui kolaborasi apik bersama duo pop independen, Biru Baru, dalam sebuah trek khusus berjudul “navigate - ACT II : The Middle”.

Di balik layar dapur rekaman, seluruh proses produksi dan penyelarasan audio ditangani langsung oleh sang gitaris, FA Poetra Tiarda, yang sukses memberikan benang merah kuat di setiap komposisi.

Sebelum album ini resmi dilepas secara utuh ke pasaran, Eleventwelft sebenarnya telah memetakan jalan melalui perilisan empat buah single berkala ke publik.

Keempat lagu pemanasan tersebut meliputi “far away from here - ACT I : The Setup”, “ascending faster than before - ACT I : The Beginning”, “to fathom the throes - ACT III : The End”, serta “last here all alone - ACT III : The Return”.

Rangkaian lagu pembuka tersebut bukan sekadar strategi promosi biasa, melainkan potongan narasi penting yang sengaja disebar untuk memperkenalkan kompleksitas cerita yang dibangun di dalam album “11”.

Melalui kehadiran album kedua ini, Eleventwelft sukses menegaskan ulang identitas mereka sebagai musisi yang menolak untuk stagnan dan siap menjelajah berbagai kemungkinan baru di industri hiburan global. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#eleventwelft #musik #Midwest #indie #Math Rock