Jawa Pos Radar Madiun - Kancah musik bawah tanah kembali bergemuruh lewat gebrakan unit hardcore asal Ngawi, Cursed World.
Mereka baru saja meluncurkan karya tunggal teranyar yang diberi tajuk Nail The Corpse.
Rilisan terbaru ini diklaim menjadi titik paling ekstrem sepanjang perjalanan karier bermusik mereka.
Nuansa yang ditawarkan terdengar sangat gelap, tajam, dan sama sekali tak mengenal kompromi di ranah bebunyian maupun pesan liriknya.
Melalui karya ini, Cursed World berani mengangkat isu-isu berat yang mengiris psikologis.
Tema yang diusung berkisar pada trauma masa lalu yang dibiarkan membusuk dan tindak kekerasan yang dinormalisasi oleh lingkungan sekitar.
Nail The Corpse sama sekali tidak diciptakan sebagai tembang pelipur lara bagi para pendengarnya.
Lagu ini justru hadir layaknya tamparan realitas yang menampilkan siklus penderitaan dan amarah yang terus dibiarkan berulang.
Baca Juga: Setelah 25 Tahun, Stepforward Kembali Lepas Single Menuju EP Terbaru
Sajian Distorsi Brutal tanpa Jeda
Dari kacamata musikalitas, grup ini menyajikan racikan musik hardcore yang sangat brutal dan mencekik telinga.
Sayatan riff gitar yang tebal dan berat berpadu apik dengan ketukan tempo cepat yang terus melaju konstan tanpa ampun.
Suasana makin liar lewat terjangan vokal mentah penuh amarah yang dilontarkan dengan intensitas maksimal.
Alur lagu yang berjalan rapat tanpa henti ini sukses membangun atmosfer sesak, seolah merepresentasikan jiwa yang terjebak dalam gejolak nestapa.
Band ini memaknai Nail The Corpse sebagai wujud tumpukan rasa sakit akibat terus dipukul, diremehkan, dan diabaikan oleh keadaan.
Akumulasi kekecewaan tersebut perlahan membunuh karakter korban dan melahirkan wujud "monster" baru dari puing-puing kehancuran batin.
Menariknya, peluncuran karya tunggal ini ternyata merupakan sebuah jembatan pemanasan untuk menyambut proyek ambisius mereka selanjutnya.
Rilisan mendatang kabarnya akan mengupas isu yang jauh lebih rumit, mulai dari krisis kepercayaan, ketersesatan arah hidup, hingga kerapuhan mental manusia di bawah tekanan zaman. (naz)