Daft Poets Society Kembali Sapa Pendengar lewat Single Reflektif Bertajuk Matahari

Dani Erwanto • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:21 WIB
Grup musik independen Daft Poets Society merilis single terbaru berjudul Matahari.
Grup musik independen Daft Poets Society merilis single terbaru berjudul Matahari.

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah dinamisnya lanskap musik independen Tanah Air yang makin cair antara perpaduan puisi dan bunyi, grup Daft Poets Society kembali menyalakan sinyal karya baru.

Grup musik ini secara resmi meluncurkan single teranyar mereka yang diberi judul "Matahari".

Rilisan terbaru ini terasa layaknya sebuah kelanjutan napas panjang dari semesta lirik mereka yang selama ini dikenal sunyi, reflektif, namun tetap menyimpan bara.

Proyek musik yang digerakkan oleh Medina Zahra, Hasan Hanafi, dan Ruslan Ali ini memang dikenal luas sebagai entitas unik yang bergerak di antara spoken word dan komposisi minimalis.

Mereka tidak sekadar merangkai lagu, melainkan membangun sebuah ruang puitis di mana kata-kata bisa berdiri sendiri sebelum akhirnya larut secara harmonis dalam atmosfer bunyi.

Lewat single "Matahari", Daft Poets Society seolah ingin menggeser fokus para pendengarnya dari suasana yang gelap menuju arah yang lebih terang, meskipun tidak sepenuhnya benderang.

Baca Juga: Sindikat Buzzer Penyebar Hoax Digulung Polisi: Bayaran per Proyek Capai Ratusan Juta

Judul lagu ini mungkin terdengar hangat, namun pendekatan musik yang mereka pilih tetap berada di wilayah yang sangat kontemplatif.

Terdapat kesan kuat bahwa kata "matahari" di dalam lagu ini tidak bermakna sekadar objek tata surya.

Ia hadir sebagai sebuah metafora mendalam tentang harapan yang rapuh, serta gambaran dari sosok yang telah pergi dengan cara yang sangat manusiawi.

"Matahari" pada akhirnya bukanlah sebuah lagu yang mencoba menjelaskan sesuatu secara gamblang kepada para pendengarnya.

Karya ini lebih dekat pada sebuah pengalaman batin yang harus dirasakan dan diresapi, bukan sekadar disimpulkan. Makna di dalamnya tidak datang sekaligus, melainkan muncul perlahan seiring berjalannya waktu dan jarak.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari BI, KPK Buka Suara Terkait Pemeriksaan Kasus Korupsi CSR BI-OJK

Kehadiran single ini juga sekaligus memperpanjang jejak diskografi dan konsistensi rilisan mereka sepanjang beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, grup ini telah melahirkan sejumlah karya ikonis, mulai dari lagu "Sajak Mata-Mata" (2024), "Berpegang Bayang" (2025), hingga rangkaian karya memukau di dalam album Unspoken Verses (2025).

Konsistensi perilisan karya tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa Daft Poets Society tidak sedang sibuk mencari atau mengejar bentuk musik baru.

Mereka justru terlihat semakin fokus untuk memperdalam bahasa dan karakter seni yang sudah mereka bangun dengan apik sejak awal terbentuk.

Di situlah letak kekuatan utama dari trio ini.

Daft Poets Society tidak pernah benar-benar menawarkan jawaban yang mutlak di setiap lagunya, mereka hanya mendedikasikan ruang bagi para pendengarnya untuk merenung dan bertanya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
Daft Poets Society matahari musik indie single baru