Jawa Pos Radar Madiun – Skena musik underground kembali diramaikan oleh kehadiran unit musik pendatang baru yang patut diperhitungkan.
Sebuah grup musik bergenre Skramz atau screamo bernama Charlotte resmi terbentuk di Denpasar pada 20 Januari 2025 lalu.
Kehadiran band ini berawal dari sebuah kebutuhan mendalam para personelnya untuk menumpahkan emosi melalui medium musik.
Bagi Charlotte, setiap lagu yang mereka ciptakan adalah bentuk komunikasi paling jujur yang tak bisa sekadar diucapkan dengan kata-kata biasa.
Band ini digawangi oleh lima pemuda, yakni Lingga pada vokal, Nata dan Adit di posisi gitar, JP sebagai pembetot bass, serta Hary pada drum.
Dalam meracik karya, mereka banyak terinspirasi oleh deretan band beraliran serupa seperti Alinah, Febuary, Dead Butterflies, Your Arms Are My Cocoon, hingga Widowdusk.
Hasilnya, Charlotte sukses menghadirkan karakter suara yang mentah, melodi getir namun penuh harapan, serta teriakan emosional langsung dari hati.
Baca Juga: Kolaborasi Nyentrik G-Shock x BAIT! Jam Tangan Motif Pisang Ini Punya Baterai Awet 5 Tahun
Luapkan Emosi di Single “Do You Feel?”
Sebagai langkah pembuktian, Charlotte baru saja merilis single terbaru yang diberi judul “Do You Feel?”.
Lagu ini menjadi wadah ekspresi emosional Charlotte dalam menceritakan tentang rasa kesepian, kehilangan, dan hilangnya jati diri.
Liriknya menggambarkan sosok yang merasa tersesat di tempat asing, ditinggalkan sendirian, dan terus-menerus dihantui oleh kenangan masa lalu.
Di tengah keputusasaan tersebut, muncul sebuah pertanyaan sederhana namun menyayat hati, yakni “Do you feel it too?”.
Pertanyaan itu merupakan sebuah pencarian akan seseorang di luar sana yang mungkin merasakan luka dan kepedihan yang sama.
Perjalanan emosi dalam lagu ini bergerak dari lirik awal “I've lost myself here” hingga pengulangan kata “I can't” di bagian akhir.
Pendengar seakan diajak melewati fase kehampaan, kehilangan arah, hingga keterikatan batin terhadap seseorang meski keadaan telah jauh berubah.
“Do You Feel?” pada dasarnya bukan sekadar lagu tentang kehilangan sosok penting dalam hidup.
Karya ini justru menyoroti tentang bagaimana rasa kehilangan itu perlahan dapat membuat seseorang ikut kehilangan dirinya sendiri.
Lewat intensitas emosional yang kuat, Charlotte menghadirkan lagu ini sebagai ruang bagi siapa pun yang pernah merasa sendirian, tidak dipahami, dan ingin ditemukan kembali. (naz)
Editor : Mizan Ahsani