Briptu (Anumerta) Anam gugur karena musibah kecelakaan helikopter Polri NBO 105/ P-1103 di perairan Manggar, Bangka Belitung, Minggu (27/11). Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Agusman Gurning mengatakan bahwa kepergian almarhum sudah menjadi kehendak yang Tuhan yang Maha Esa.
‘’Upacara pemakaman kenegaraan ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan atas jasa bakti dan pengabdian almarhum kepada negara di masa hidupnya,’’ ujarnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang, khususnya bagi keluarga. Ratusan orang turut serta mengantarkan Briptu (Anumerta) Anam ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
Suyanto, ayah Briptu (Anumerta) Anam mengenang putra sulungnya sebagai anak yang tidak pernah neko-neko. Sebenarnya, akhir November lalu almarhum mengajak sang ayah pulang ke Magetan. ‘’Biasanya almarhum pulang dua bulan sekali untuk menjenguk adik–adiknya,’’ tuturnya.
Keinginan Anam tercapai. Keluarga dapat berkumpul bersama di Magetan. ‘’Namun kali ini untuk mengantarkannya ke pemakaman,’’ ujar Suyanto.
Alma Istiqomah, teman dekat almarhum, mengatakan jika saat berkomunikasi via telepon atau WhatsApp, almarhum selalu berkata jika dia akan pulang akhir November. Bahkan, di Minggu pagi, sebelum musibah itu terjadi, Anam mengirim pesan dan video saat di helikopter.
Dia mengirim pesan ‘’Aku otw pulang‘’ pada pukul 08.56, dan mengirim video pemandangan dari atas pukul 09.12. Anam juga sempat mengutarakan mimpinya untuk bisa naik pangkat. ‘’Sekarang baru paham dengan impianmu (Anam, Red). Ternyata sekarang beneran jadi Briptu (Anumerta),’’ pungkasnya. (mg1/naz) Editor : Hengky Ristanto