Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rehab Belasan Ribu RTLH, Ganjar Gandeng Semua Unsur

Mizan Ahsani • Minggu, 24 September 2023 | 14:00 WIB
PEDULI: Ganjar Pranowo meninjau salah satu rumah warga yang perlu mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sukoharjo, Jateng. (HUMAS PEMPROV JATENG)
PEDULI: Ganjar Pranowo meninjau salah satu rumah warga yang perlu mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sukoharjo, Jateng. (HUMAS PEMPROV JATENG)

Jawa Pos Radar Madiun - Salah satu program intervensi untuk membantu masyarakat kurang mampu di Jawa Tengah (Jateng) adalah bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Di masa kepemimpinan Ganjar Pranowo sebagai gubernur Jateng, jumlah RTLH yang diberi bantuan terus bertambah. Dari semula 11.417 unit di 2022 menjadi 15 ribu unit pada tahun ini.

Selain untuk membantu renovasi rumah warg kurang mampu, lewat program RTLH tersebut Pemprov Jateng juga berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat melalui dana padat karya.

Karena itu, nilai bantuan RTLH pun dinaikkan menjadi total Rp 20 juta per unit. Rinciannya, Rp 18 juta untuk material dan Rp 2 juta untuk padat karya.

Untung Supriyadi, warga Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, menjadi salah satu penerima bantuan tersebut.

Pria yang bekerja sebagai pekerja bangunan ini tak perlu khawatir lagi rumahnya akan roboh.

Untung tidak pernah membayangkan mendapat bantuan perbaikan rumah dari Ganjar.

Pasalnya, jika harus mengandalkan upah sebagai pekerja bangunan sebesar Rp 600 ribu per minggu, sangat sulit untuknya merenovasi rumah hingga nyaman dihuni.

‘’Dulu kalau hujan, air masuk dan kalau cuaca panas jadi panas sekali. Kalau angin kencang saya takut rumah roboh,” kenangnya.

Dia bersyukur, rumahnya didatangi Ganjar pada 2019 silam.

Kini rumah Untung tampak jauh lebih nyaman. Dindingnya kokoh dengan susunan batako terpasang di sekeliling rumah.

Lantainya juga telah diplester semen, dan kerangka atapnya juga diperkuat.

Sementara, kusen pintu dan jendela menggunakan kayu jati lokal.

Selain Untung, banyak warga Jateng lain yang telah mendapat bantuan RTLH.

Seperti dua warga kurang mampu di Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jemisah (75), dan Sumarno (49). Bantuan tersebut diberikan Ganjar saat melakukan kunjungan kerja di desa tersebut.

“Rumah saya dulu sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga rawan ambrol karena konstruksi lama, tidur jadi nggak tenang. Sekarang rumah jadi baik karena bantuan Pak Ganjar di tahun 2022. Terima kasih Pak Ganjar,” ungkapnya.

Mengenai program RTLH, Ganjar Pranowo mengaku hal itu terwujud juga berkat bantuan berbagai pihak.

‘’Segala daya upaya kami kerahkan, baik dari kabupaten, provinsi hingga pusat. Namun itu semua belum cukup, kami dapat kekuatan lain seperti Baznas, CSR atau para filantropi. Sehingga masyarakat bisa tinggal di rumah yang sehat, layak huni, dan bahagia,” ungkap Ganjar.

Program intervensi RTLH yang diupayakan Ganjar layak diperluas. Termasuk di Pacitan.

Data Pemkab Pacitan, masih ada 17.901 unit RTLH pada tahun ini. Program rehab diupayakan secara bertahap.

Pemkab setempat mengucurkan Rp 15 juta untuk tiap unit RTLH. Juga ada dukungan dana rehab dari APBN sebesar Rp 20 juta per unit.

Bantuan lain juga dikucurkan melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun program lain. Disperkim Pacitan menargetkan, daerah setempat zero RTLH pada 2026 mendatang. (naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #ganjar #rtlh #jateng