Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Entaskan Kemiskinan Melalui Pendidikan, Ganjar Gagas Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Budhi Prasetya • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 14:00 WIB

PEDULI RAKYAT KECIL: Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada Rabu (11/10). (Istimewa) 
PEDULI RAKYAT KECIL: Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada Rabu (11/10). (Istimewa) 

BANDUNG, Jawa Pos Radar Madiun - Bakal calon presiden (bacapres) 2024 Ganjar Pranowo menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam pemberantasan kemiskinan.

Karena itu, mantan gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut mencanangkan program satu keluarga miskin satu sarjana.

"Saya meyakini, untuk menyelesaikan problem kemiskinan yang terbaik adalah dengan pendidikan. Kenapa saya bilang begitu, karena saya sendiri contohnya,’’ ujar Ganjar saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada Rabu (11/10).

Ganjar menceritakan, dia yang berasal dari keluarga sangat sederhana hingga bisa berhasil seperti saat ini karena pendidikan. Kalau saja dia tidak bersekolah, mungkin nasibnya tidak seperti saat ini. 

"Nah, di situlah peran negara hadir. Bagaimana agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses pendidikan dengan baik,’’ jelasnya.

Baca Juga: Kadindik Jatim Tinjau SMAN 3 Taruna Angkasa, Ajak Taruna dan Taruni Tumbuhkan Sikap Disiplin

Di hadapan ribuan mahasiswa, Ganjar memaparkan ide dan gagasannya untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, satu di antaranya terkait penghapusan kemiskinan.

Ganjar berbagi pengalamannya dalam memutus kemiskinan melalui pendidikan saat menjabat sebagai gubernur Jateng.

Saat memimpin Jawa Tengah, Ganjar membuat boarding school gratis untuk warga miskin bernama SMK Negeri Jateng. 

"Semuanya gratis, tidur gratis, makan, sepatu, seragam, tas semuanya kami biayai. Dan yang bisa masuk ke sekolah itu syaratnya dari keluarga miskin,’’ jelasnya.

Program itu terbukti ampuh. Anak-anak miskin yang terancam tidak bisa sekolah akhirnya bisa mengenyam pendidikan. Hebatnya lagi, 100 persen lulusannya tidak ada yang menganggur.

"Mereka bekerja di perusahaan besar, ada yang di Jepang, Jerman, Korea dan lainnya. Dan mereka menjadi tulang punggung keluarga. Saya terharu ketika mereka mengatakan bisa melunasi hutang keluarga, membeli rumah, tanah dan lainnya. Mereka bisa mengangkat keluarga dari jurang kemiskinan,’’ ucapnya.

Untuk itu, program tersebut bisa diperluas se-Indonesia. Dia juga akan mendorong pendidikan gratis mulai PAUD hingga SMA. 

"Kita ingin mendorong satu keluarga miskin satu sarjana. Kalau itu bisa terwujud, maka saya percaya kemiskinan bisa diselesaikan,’’ tegasnya.

Ganjar optimistis, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kemauan dan strong leadership dalam pengambilan keputusan. 

"Makanya anggaran negara harus dinaikkan dua kali lipat, sistem pemerintahan harus digital dan korupsi harus diberantas. Kalau itu bisa, maka anggaran negara bisa dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya,’’ pungkasnya.

Sejak kali pertama berdiri pada 2014, sekolah asrama gratis khusus siswa miskin itu telah meluluskan ribuan siswa.

Total sudah ada tujuh angkatan dengan 1.837 orang lulusan. Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke SMKN Jateng bahkan menginginkan konsepnya bisa ditiru dan diterapkan di daerah-daerah lain.

Pengentasan kemiskinan melalui bidang pendidikan menjadi kebijakan strategis yang layak dipercepat di daerah. Di Ponorogo, Jawa Timur, rata-rata lama sekolah di angka 7,4.

Artinya, mayoritas lulusan kelas VII atau VIII SMP. Kebijakan tersebut menjadi dukungan pemerintah pusat terhadap program di daerah.

Pemkab setempat menjalankan program sertifikasi guna mendongkrak rata-rata lama sekolah.

Tahun ini dibuka 1.642 program, perinciannya paket A 28 peserta, paket B 400 peserta, dan paket C sebanyak 1.214 peserta.

Terbukti melalui program tersebut prosentase kemiskinan di Ponorogo semakin turun tiap tahunnya. Di mana 2021 di angka 10,26 persen, 2020 terjun bebas di angka 9,32 persen. (wir/kid/*)

Editor : Budhi Prasetya
#ganjar #Kemiskinan #SMK Jateng #pendidikan