JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pacitan mendapat perhatian dunia internasional. Ini lantaran keberadaan gunung bawah laut di wilayah perairan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur itu.
Gunung bawah laut yang berada di wilayah perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, resmi diberi nama Jogo Jagad usai mendapat persetujuan secara internasional.
Dilansir dari JawaPos.com, nama Jogo Jagad disetujui pada sidang ke 36 Sub Committee on Undersea Features Names (SCUFN) yang digelar pada 6-10 November di Wollongong, New South Wales,Australia.
"Salah satu hasil keputusan sidang ke 36 SCUFN adalah disetujuinya nama JOGO JAGAD sebagai nama gunung bawah laut yang tahun lalu ditemukan oleh tim dari ppklp.big di perairan selatan jawa," demikian disampaikan akun resmi Badan Informasi Geospasial melalui akun resmi via X, seperti dikutip dari JawaPos.com, pada Jumat (24/11).
Sebelumnya, Pemkab Pacitan mengusulkan nama Jogo Jagad untuk gunung bawah laut tersebut ke Badan Informasi Geospasial.
Alasannya, Jogo Jagad merupakan simbol harapan keberadaan gunung bawah laut itu memberi kebaikan bagi warga sekitar.
"Nama Jogo Jagad dipilih karena mengandung doa dan makna filosofi tinggi. Kata Jogo yang diambil dari bahasa Jawa memiliki makna harfiah dengan menjaga, sedangka kata Jagad berarti bumi atau pemaknaan secara luas yakni alam semesta.
Masih dilansir dari JawaPos.com, gunung yang diidentifikasi Badan Informasi Gospasial (BIG) itu memiliki ketinggian sekitar 2.300 meter dari dasar laut, berada sekitar 200 kilometer di barat daya Kota Pacitan. Puncak gunung ini sekitar 3-4 kilometer dari permukaan air laut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan Jawa Timur, Erwin Andriatmoko mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir apalagi panik dengan informasi temuan gunung bawah laut di perairan setempat.
"Gunung itu betul ada, akan tetapi tidak ada kaitannya dengan aktivitas kegempaan yang terjadi di wilayah Pacitan selama ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Erwin
"Tidak pernah ada dalam sejarah kemunculan gunung, apalagi gunung sebesar itu dengan tiba-tiba. Dalam artian sekali proses gempa. Berarti gunung itu sudah lama ada cuman baru terdeskripsi atau baru ditemukan,"lanjutnya
Dengan logika dasar itu, Erwin memastikan tidak ada kaitan antara keberadaan gunung bawah laut itu dengan aktivitas kegempaan yang kerap terjadi dan dirasakan di wilayah Pacitan.
Erwin mengaku juga sudah berkoordinasi dengan pejabat maupun petugas di BIG yang khusus menangani masalah pergunungan.
Dari hasil diskusi Erwin berkesimpulan bahwa gunung bawah laut di barat daya Kabupaten Pacitan itu terbentuk akibat tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi sejak berjuta tahun yang lalu.
Editor : Budhi Prasetya