Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Empat Pasien Covid-19 Dirawat Intensif di Ruang Isolasi RSUP Adam Malik Medan, Ini Keterangan dari Kemenkes

Budhi Prasetya • Jumat, 22 Desember 2023 | 04:00 WIB

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara. (M Sahbainy Nasution/Antara)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara. (M Sahbainy Nasution/Antara)
 

MEDAN, Jawa Pos Radar Madiun – Libur Natal dan tahun (nataru) baru tinggal hitungan hari. Diharapkan masyarakat tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh saat bepergian.

Terlebih belakangan ini dilaporkan temuan kasus Covid-19 kembali menunjukkan tren naik. Hal tersebut terjadi di sejumlah daerah.

Seperti yang terjadi di Medan. Empat warga yang terdeteksi positif Covid-19 mejalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara.

”Ada empat orang berjenis kelamin pria dinyatakan positif Covid-19 yang berumur 39 sampai dengan 72 tahun,” kata Manajer Hukum dan Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak seperti dilansir dari JawaPos.com.

Menurut penuturannya, empat pasien itu masuk rumah sakit dan dinyatakan positif mulai 10 Desember dengan memiliki Covid-19 derajat ringan sampai berat.

”Semua pasien memiliki komorbid (penyakit penyerta),” tutur Rosario.

Dia mengimbau masyarakat terus menjaga kesehatan dan menggunakan masker apabila tidak sehat.

”Jika sedang berada di tempat umum atau transportasi umum yang penuh atau padat  jangan lupa disiplin cuci tangan,” kata Rosario.

Masih dilansir dari JawaPos.com, RSUP Adam Malik juga tetap melakukan pelayanan siap sedia, karena rumah sakit ini merupakan rujukan Covid-19 terutama dengan gejala berat yang dialami pasien.

”Kami sudah siaga mulai dari sumber daya manusia (SDM) sampai dengan sarana prasarana,” terang Rosario Dorothy Simanjuntak.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 varian JN.1 masih terkendali mengingat belum banyak pasien yang membutuhkan ruang perawatan intensif atau ICU.

”Jumlah yang dirawat di ICU masih enggak banyak, orang yang sakit saat ini masih belum membutuhkan ICU. Sebab, untuk melihat seberapa berbahaya Covid-19 ini kita melihat tiga aspek, mulai jumlah kasus, jumlah orang yang perlu rawat inap, dan jumlah orang yang perlu masuk ke ICU,” ujar Imran di Jakarta, seperti dikutip dari JawaPos.com.

Meski begitu, Imran menegaskan, pemerintah tetap melakukan mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat JN.1. (jawapos.com/sib)

Editor : Budhi Prasetya
#Nataru #Covid - 19 #kemenkes #medan