Jawa Pos Radar Madiun - Kelurahan Gandekan menampilkan ikon Bukek Siansu dalam Grebeg Sudiro. Pemilihan karakter cerita silat karya Kho Ping Hoo ini bukan tanpa alasan.
Asmaraman S Kho Ping Hoo, penulisnya, berasal dari kampung setempat. Persisnya di Kampung Mertokusuman, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres.
‘’Setiap tahun, kami selalu menampilkan ikon yang berbeda. Tahun ini, kami mengangkat tema Bukek Siansu,’’ kata Kepala Kelurahan Gandekan Sugeng Sarwono.
Pihak kelurahan mendapat masukan dari Arie Headbang, pemerhati sejarah Solo.
Kebetulan, Ari Headbeng merupakan warga Kelurahan Gandekan. Sehingga terhitung masih bertetangga dengan keluarga besar Kho Ping Hoo.
‘’Tokoh yang dipilih menjadi ikon karnaval mewakili kelurahan ini merupakan usulannya Mas Ari.’’
‘’Ide ini sangat cocok karena Kho Ping Hoo juga warga kelurahan ini sehingga dapat mengenang kiprahnya melalui tokoh Bukek Siansu,’’ imbuhnya.
Tim kreatif, Redi Manata, mengatakan perlu waktu hingga dua pekan untuk merampungkan patung Bukek Siansu.
Patung artistik itu dipastikan bakal tampil beda dan menarik perhatian masyarakat saat ditampilkan pada Grebeg Sudiro mendatang.
‘’Proses pengerjaannya hampir selesai, tinggal finishing,’’ jelasnya.
Arie Headbang menuturkan ide yang dicetuskannya ini semata demi memperkenalkan karya-karya Kho Ping Hoo kepada masyarakat luas.
Lewat karakter gubahan sang maestro cerita silat Indonesia tersebut. ‘’Masyarakat perlu tahu bila Kho Ping Hoo itu selama ini tinggal di kampung ini,’’ katanya. (fin/naz)
Editor : Mizan Ahsani