TASIKMALAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan anak kembar siam asal Tasikmalaya, Jawa Barat, Nadia dan Nadira, tengah viral di media sosial.
Kedua bocah perempuan ini mengalami kondisi langka karena tubuh mereka menyatu di bagian bokong sejak lahir.
Kisah mereka menyentuh hati masyarakat hingga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam unggahan video di akun Instagram resminya, Gubernur Dedi terlihat menemui langsung orang tua Nadia dan Nadira.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah siap memberikan bantuan operasi pemisahan secara gratis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Saya lagi bareng pasangan kembar dari Tasik, Nadia dan Nadira. Mereka bersatu badannya di bagian pantat," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Radar Bogor, Kamis (3/4).
Operasi Gratis, Biaya Ditanggung Kementerian Kesehatan
Dedi menjelaskan, operasi pemisahan tubuh Nadia dan Nadira telah dijadwalkan pada 17 April 2025, hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan RI.
“Atas dorongan Pemprov Jabar dan Kemenkes melalui Pak Menteri Kesehatan, tanggal 17 April 2025 di RSHS akan dilakukan operasi, tanpa biaya,” ungkapnya.
Menurut Dedi, total dana yang disiapkan pemerintah untuk operasi tersebut mencapai Rp1 miliar.
Harapan dan Doa untuk Kesembuhan Keduanya
Gubernur Dedi juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk ikut mendoakan kelancaran operasi bagi Nadia dan Nadira.
“Semoga operasinya bisa berjalan dengan baik, lancar, dan tumbuh menjadi anak-anak yang hebat,” imbuhnya.
Latar Belakang Keluarga
Orang tua dari Nadia dan Nadira diketahui berprofesi sebagai guru honorer di Tasikmalaya.
Sebelumnya, keluarga ini sempat menggalang donasi untuk biaya pengobatan melalui lembaga amal.
Kini, harapan untuk kehidupan baru bagi kedua anak ini semakin terbuka lebar.
Dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan besar agar Nadia dan Nadira bisa tumbuh sehat dan mandiri setelah operasi. (ota)
Editor : Mizan Ahsani