Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dapat Ancaman Bom Bunuh Diri, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tetap Tenang dan Waspada! Polda Jabar Merespons

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 23 April 2025 | 03:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025).

Jawa Pos Radar Madiun - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat ancaman pembunuhan melalui media sosial.

Ancaman itu datang dari akun dengan nama mencolok “Wowo dan Dedi Mulyadi sesat!” yang mengancam akan melakukan aksi bom bunuh diri terhadap Dedi.

Ancaman tersebut muncul melalui kolom komentar saat siaran langsung di kanal YouTube milik Dedi Mulyadi pada Senin (21/4) malam.

Dalam komentarnya, pelaku menuliskan ancaman secara eksplisit, bahkan menyebut sedang merakit bom paku dan akan melaksanakan aksinya dalam waktu dua bulan.

“Kalau rencana saya gagal, saya akan pergi ke Jabar memakai bom lain yang saya punya, itu bom bunuh diri. Saya akan berlari mencari Dedi. Jika sudah ketemu, saya akan mendekatinya dan duarr!!!” tulis akun tersebut.

Ancaman itu langsung menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi wartawan di Bandung pada Selasa (22/4), Dedi menanggapi dengan tenang. Ia menyebut ancaman merupakan risiko seorang pemimpin.

“Kalau ada ancaman itu, ya risiko bagi seorang pemimpin. Kita lihat perkembangannya terlebih dahulu,” ujar Dedi.

Ia juga menegaskan akan lebih waspada, meski belum bisa memastikan apakah akun itu asli atau bukan.

Dedi Mulyadi mengaku bukan kali pertama mendapatkan ancaman pembunuhan. Ia mengingatkan publik bahwa dirinya juga pernah diancam usai menutup tambang ilegal di Kabupaten Subang.

Meski begitu, Dedi memilih untuk tetap tenang menghadapi berbagai tekanan, termasuk hinaan, cacian, bahkan tuduhan sebagai pengkhianat.

“Saya sebagai pribadi sudah terbiasa terhadap berbagai caci maki, hinaan, ancaman, bahkan upaya-upaya pembunuhan,” ujarnya.

Polda Jabar Siap Selidiki Ancaman

Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Kabid Humas Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyatakan telah memantau ancaman tersebut dan siap menindaklanjuti jika Dedi Mulyadi melaporkan secara resmi.

“Jika ada permintaan pemantauan, tim siber siap bantu beliau. Apabila dilaporkan, kami siap menyelidiki dan menyidik pelaku,” kata Kombes Hendra di Bandung.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Komentar bernada ancaman dapat dikenai sanksi hukum sesuai Undang-Undang ITE dan KUHP.

“Komentar bersifat ancaman dapat berisiko dilaporkan atau diproses hukum langsung oleh aparat penegak hukum,” tegasnya. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Gubernur Jabar Dedi Mulyadi #polda jabar #uu ite #bom paku #ancaman dibunuh