Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Terlalu Tinggi, Sound Horeg Timpa Pelajar Perempuan dan Bocah 9 Tahun, Ini Luka yang Dialami Korban

Budhi Prasetya • Senin, 19 Mei 2025 | 19:45 WIB

Korban bersama pemilik sound horeg saat di Polsek Jambesari.
Korban bersama pemilik sound horeg saat di Polsek Jambesari.
 

Jawa Pos Radar Madiun  - Ungkapan “musibah tidak ada di kalender” layak untuk menggambarkan petaka di Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso.

Parade sound horeg di desa tersebut membuat seorang pelajar berumur 17 tahun harus mengalami musibah.

Korban adalah Friska Maulani Dewi. Pelajar perempuan tersebut berasal dari Kecamatan Maesan. Ia  tertimpa instalasi sound system Horeg setinggi 5 meter.

Akibatnya, Nadia harus mendapat sebanyak tujuh jahitan di bagian kepala. Selain itu, dia dikabarkan juga menderita luka memar pada bahunya.

Insiden jatuhnya sound horeg itu terekam dalam sebuah video pendek yang sempat viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terlihat perangkat sound system besar itu tersangkut dahan pohon dan jatuh menimpa korban yang sedang berjalan di belakang truk pengangkut.

"Disana saya cuma ikut saja. Bukan jadi dancer,” ujar Nadia dikutip JawaPos.com yang melansir Radar Jember (JawaPos Group), Senin 19 mei 2025.

Dalam insiden tersebut, Nadia bukan menjadi korban satu-satunya. Seorang bocah laki-laki berumur 9 tahun juga dilaporkan ikut tertimpa dan mengeluhkan nyeri di beberapa bagian tubuhnya.

Kedua korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dan kini sudah dalam kondisi membaik.

"Intinya sudah sehat, bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk sudah bisa sekolah lagi,” ungkapnya.

Peristiwa nahan saat parade sound horeg itu dibenarkan oleh Kapolsek Jambesari Darus Sholah Iptu Sumanto.

Ia mengatakan bahwa ketinggian sound system jumbo itu sekitar 5-6 meter dinilai tidak sesuai dengan kondisi lokasi parade. Pasalnya, di lokasi tersebut banyak terdapat pohon.

Iptu Sumanto menegaskan bahwa parade sound horeg itu tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian, meski digunakan dalam rangka acara imtihan atau perpisahan pelajar.

“Sampai saat ini, izin sound horeg itu belum ada,” terangnya. (sib)

Editor : Budhi Prasetya
#tertimpa #pelajar #korban #sound horeg #bondowoso