Jawa Pos Radar Madiun - Ojek online (ojol) hari ini 20 Mei menggelar demo besar-besaran di sejumlah daerah di tanah air.
Beberapa organisasi pengemudi ojol mengklaim akan mengerahkan ribuan anggotanya untuk mematikan aplikasi selama 24 jam.
Salah satu tuntutan mereka suarakan adalah pemangkasan potongan biaya aplikasi dari 20 persen menjadi 10 persen.
Meski ada demo, Gojek menegaskan pelanggan tetap bisa memakai layanan seperti biasa.
"Kami menegaskan bahwa operasional Gojek tetap berjalan normal dan pelanggan tetap dapat menggunakan layanan kami seperti biasa," kata Chief of Public Policy & Government Relations GoTo Ade Mulya dilansir Antara.
Ade mengaku pihaknya menghormati hak setiap individu dalam menyampaikan pendapat, termasuk mitra pengendara.
Di sisi lain, pihaknya juga mendukung sepenuhnya mitra yang tetap memilih beroperasi seperti biasa.
"Selama ini, berbagai kanal komunikasi formal telah tersedia untuk menampung masukan dan diskusi konstruktif dari mitra," ujarnya.
Selain di Jabodetabek, aksi demo kali ini akan berlangsung di kota-kota Pulau Jawa dan sebagian Sumatera.
"Diperkirakan diikuti lebih dari 25.000 massa ojol," kata Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono dilansir BBC. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto