Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cek Fakta Kabar Indonesia Turun Salju Tahun 2026? Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Nur Wachid • Sabtu, 31 Mei 2025 | 04:07 WIB
Kabar Indonesia turun salju tahun 2026 viral di media sosial.
Kabar Indonesia turun salju tahun 2026 viral di media sosial.

Jawa Pos Radar Madiun – Viral kabar mengejutkan dari media sosial yang menyebut bahwa Indonesia turun salju tahun 2026. 

Narasi ini dibumbui oleh foto-foto editan suasana bersalju di depan Monas dan Gedung Sate, memunculkan pertanyaan di benak masyarakat—benarkah negeri tropis ini akan dilanda salju?

Sayangnya, euforia tersebut lebih banyak bersumber dari hoaks dan visualisasi palsu yang tidak didukung fakta ilmiah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah membantah keras kabar tersebut dan memberikan penjelasan yang gamblang.

BMKG: Indonesia Tidak Akan Turun Salju Tahun 2026

Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa informasi soal turunnya salju di Indonesia adalah sepenuhnya keliru dan menyesatkan.

Iklim Indonesia yang tropis secara ilmiah tidak memungkinkan terbentuknya salju.

“Itu adalah informasi menyesatkan yang tidak sesuai dengan kondisi geografis dan klimatologis Indonesia,” tegas Prof. Dwikorita.

BMKG menjelaskan bahwa suhu udara di wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius sepanjang tahun, dengan kelembapan tinggi.

Kondisi ini tidak memadai untuk proses terbentuknya kristal es yang menjadi cikal bakal salju.

Fokus Justru pada Es Jayawijaya yang Meleleh

Alih-alih bersalju, BMKG justru mengkhawatirkan ancaman nyata: mencairnya es abadi di Puncak Jayawijaya—satu-satunya lokasi di Indonesia yang menyimpan salju alami.

Gunung tertinggi di Papua tersebut memiliki ketinggian lebih dari 4.800 meter di atas permukaan laut, menjadikannya lokasi ideal bagi pembentukan es ribuan tahun silam.

Namun, akselerasi pemanasan global telah membuat ketebalan es menyusut drastis.

“Yang akan terjadi pada 2026 adalah kemungkinan besar mencairnya seluruh es di Pegunungan Jayawijaya, bukan turunnya salju di Jakarta atau Bandung,” terang Dwikorita.

Embun Es Dieng: Mirip Salju Tapi Bukan

Beberapa warga mungkin pernah menyaksikan permukaan rumput di Dieng atau Bromo tampak putih seperti bersalju.

Namun itu bukan salju, melainkan embun es (frost) yang muncul saat suhu di permukaan tanah menyentuh titik beku pada malam hari.

Fenomena ini biasa terjadi di dataran tinggi Indonesia, terutama saat musim kemarau panjang.

Embun es tidak berasal dari presipitasi awan seperti salju di wilayah subtropis, sehingga secara ilmiah tetap berbeda.

Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi viral di media sosial tanpa cek fakta dari otoritas resmi seperti BMKG.

Indonesia tidak akan mengalami turunnya salju tahun 2026. Yang justru mungkin terjadi adalah hilangnya simbol salju terakhir di negeri ini, yaitu es di Jayawijaya. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#fakta #2026 #indonesia turun salju #Viral #bmkg