Jawa Pos Radar Madiun - Malam 1 Suro adalah malam yang dianggap sakral oleh sebagian besar masyarakat Jawa.
Momen ini menandai awal tahun baru dalam kalender Jawa, yang juga bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriyah.
Malam Satu Suro biasanya diperingati setelah matahari terbenam, dan dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat.
Tradisi kirab ini berasal dari Keraton Kasunanan Surakarta dan dimulai oleh Raja Pakubuwono X.
Kirab dilakukan sebagai bentuk introspeksi diri dan permohonan keselamatan bagi raja dan rakyat.
2. Larap Slambu di Gunung Kemukus
Tradisi mencuci kelambu makam Pangeran Samudro ini dikenal sebagai simbol pembersihan hati dan pikiran, serta sebagai bentuk penghormatan spiritual.
Tradisi ini dilakukan di berbagai daerah seperti Surakarta, Semarang, dan Pekalongan. Bubur Suro dibuat sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan berkah yang telah diterima.
4. Tirakat dan Sedekah Bumi
Tradisi tirakat dilakukan dengan berpuasa, berdoa, dan bermalam bersama dalam keheningan, biasanya ditutup dengan acara tumpengan atau sedekah bumi untuk memohon berkah di tahun baru.
Malam 1 Suro adalah malam pertama di bulan Suro, bulan pertama dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Islam.
Penulis: Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani