Jawa Pos Radar Madiun – Duka atas wafatnya maestro wayang kulit Ki Anom Suroto juga dirasakan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Ia mengungkapkan belasungkawa mendalam melalui unggahan di akun Instagram resminya, Kamis (23/10).
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Pukul empat pagi waktu Jerman, telepon masuk dari Bu Vivi Anom. Kabar duka dikirimkan dari Solo, Ki Anom Suroto telah berpulang,” tulis Anies.
Anies menyebut, bangsa Indonesia kehilangan salah satu maestro besar dunia pedalangan.
Sosok dalang legendaris yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri menjaga dan menghidupkan warisan budaya wayang kulit Purwa.
Baca Juga: Pesan Bijak Ki Anom Suroto: Dalang Kudu Golek Jeneng Sik Lagi Jenang
Kenangan Terakhir di Rumah Ki Anom
Anies mengisahkan, sebelas hari sebelum kabar duka itu datang, ia sempat menjenguk Ki Anom Suroto di rumahnya di Solo. Saat itu sang maestro baru pulih dari perawatan rumah sakit.
“Kami datang bersama Pak Rubiyanto dan Pak Bagir Mulachela. Diskusinya panjang dan penuh semangat, seperti biasanya,” kenangnya.
Ia juga mengingat sambutan hangat Ibu Vivi Anom, istri almarhum, yang menjamu mereka dengan soto buatan sendiri lengkap dengan kerupuk gendar khas yang selalu hadir setiap kali mereka berkunjung.
“Kenangan itu kini terasa hangat sekaligus mengharukan,” tulis Anies.
Baca Juga: Ki Anom Suroto Meninggal Dunia, Tradisi Rebo Legen dan Kebon Seni Diwariskan ke Dalang Ini
Dalang yang Hidupkan Wayang dengan Pitutur
Menurut Anies, Ki Anom Suroto bukan sekadar dalang yang menguasai ribuan lakon pewayangan, tetapi sosok yang mampu membuat setiap pementasan terasa hidup dan bernyawa.
“Kekuatan Ki Anom terletak pada pitutur-nya, tutur kata yang mengandung nilai dan pandangan hidup,” tulisnya.
Ia menilai, wawasan luas dan pengalaman panjang membuat setiap lakon yang dibawakan Ki Anom selalu punya makna, tidak sekadar tontonan, melainkan tuntunan.
“Beliau memiliki keleluasaan wawasan dan kedalaman pandangan. Setiap lakon yang dibawakan memberi nilai dan inspirasi bagi siapa pun yang menontonnya,” ujar Anies.
Anies menilai, kepergian Ki Anom Suroto meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni dan kebudayaan Indonesia. Namun warisan karyanya akan terus hidup.
“Suara dan pituturmu akan terus hidup di hati bangsa ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutupnya.
Jenazah sore ini diberangkatkan dari Rumah Duka Kebon Seni Timasan, Sukoharjo, menuju Makam Depokan di Juwiring, Klaten, sekitar pukul 15.00 WIB. (naz)
Editor : Mizan Ahsani