Jawa Pos Radar Madiun - Dunia perfilman Tanah Air berduka atas meninggalnya Gunawan Paggaru, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) sekaligus tokoh penting dalam industri sinema nasional.
Gunawan wafat pada Senin, 27 Oktober 2025, di usia 63 tahun. Kabar duka ini dibagikan langsung oleh pihak BPI melalui akun media sosial mereka.
Dalam unggahan tersebut, BPI menyampaikan doa dan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sosok yang dikenal berdedikasi penuh untuk kemajuan film Indonesia.
“Beliau adalah sahabat yang setia dan mendedikasikan hidupnya bagi perfilman Indonesia yang amat beliau banggakan,” tulis pihak BPI.
Gunawan dikabarkan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Jenazahnya disemayamkan di kediaman keluarga sebelum dimakamkan. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya belum diumumkan ke publik.
Profil Gunawan Paggaru
Gunawan Paggaru lahir pada tahun 1962 dan dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam perkembangan perfilman nasional, baik di balik layar maupun dalam dunia organisasi film.
Ia memulai langkah di dunia sinema sejak 1983, ketika bergabung dalam kelompok kerja film Teater Populer yang dipimpin oleh sutradara legendaris Teguh Karya.
Dari sanalah perjalanan kariernya sebagai sineas dimulai. Gunawan belajar langsung dari para maestro dan mengasah kemampuan teknis di bidang penyuntingan dan penulisan naskah film.
Kemampuan kreatifnya membuat namanya kerap muncul dalam berbagai ajang penghargaan nasional.
Karier dan Capaian di Dunia Film
Gunawan dikenal sebagai sosok serbabisa penulis naskah, editor, hingga sutradara.
Pada 1990, ia mendirikan rumah produksi Kino Lima, yang kemudian melahirkan film Potret.
Baca Juga: Profil Emma Poeradiredja, Srikandi yang Terlupakan di Balik Sejarah Sumpah Pemuda
Karya tersebut berhasil meraih 13 nominasi di Festival Film Indonesia (FFI) 1993, menjadikannya salah satu pencapaian penting dalam kariernya.
Sebelumnya, Gunawan juga mencetak prestasi lewat film dokumenter “Pacu Jalur” (1992) yang menjadi debutnya di ajang FFI.
Ia pun pernah dinominasikan sebagai Desainer Poster Terbaik FFI 1993 dan Editor Terbaik Festival Sinetron Indonesia (FSI) 1998.
Selain di balik layar, Gunawan turut menorehkan jejak sebagai sutradara dalam sejumlah film layar lebar, di antaranya:
ISSUE (2005)
Syahdat Cinta (2008)
Mata Pena Mata Hari Raja Ali Haji (2009)
Ketiga film tersebut menunjukkan kecintaannya pada sinema yang berpadu dengan nilai budaya dan kemanusiaan.
Kiprah di Dunia Organisasi Perfilman
Selain aktif berkarya, Gunawan juga dikenal sebagai figur penting dalam organisasi film Indonesia.
Ia sempat menjabat sebagai Pimpinan Bidang Organisasi Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT) periode 2015–2019, serta Pengurus BPI bidang Organisasi dan Jaringan periode 2017–2020.
Dedikasinya terhadap industri film berlanjut hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Umum BPI, jabatan yang ia emban hingga akhir hayatnya.
Gunawan juga turut menggagas Kedai Film Nusantara pada 2009 bersama sejumlah tokoh perfilman, sebagai wadah kolaborasi dan edukasi bagi sineas muda.
Dedikasi untuk Dunia Pendidikan
Tidak hanya di industri, Gunawan Paggaru juga memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan film.
Sejak 2012, ia aktif menjadi pengajar di Next Academy, serta rutin memberikan workshop penyutradaraan dan produksi film di berbagai sekolah dan universitas di Indonesia.
Peran edukatifnya ini membuat banyak sineas muda menjadikannya mentor dan inspirasi. Ia dikenal rendah hati, tegas, dan selalu menekankan pentingnya etika dalam berkarya.
Kepergian Gunawan Paggaru meninggalkan jejak mendalam di dunia film nasional. Ia bukan hanya sosok di balik layar, tetapi juga jembatan antara generasi lama dan baru dalam perfilman Indonesia.
Melalui karya, organisasi, dan dedikasi pendidikannya, Gunawan telah menorehkan warisan berharga yang akan terus hidup di hati insan perfilman Tanah Air.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun