Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

KPK Akhirnya Buka Suara! Dugaan Korupsi Triliunan di Proyek Kereta Cepat Whoosh Sudah Diselidiki sejak Awal Tahun

Sukma Maharani Putri • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:30 WIB

 

Gedung Merah Putih KPK.
Gedung Merah Putih KPK.

Jawa Pos Radar Madiun - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh telah dimulai sejak awal 2025.

Proyek transportasi strategis nasional bernilai triliunan rupiah itu kini tengah menjadi sorotan publik.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa penyelidikan sudah berjalan dan kini masuk tahap resmi.

“Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” ujar Asep kepada wartawan, Senin (27/10).

Hal senada disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang memastikan bahwa penyelidikan ini bukan hal baru.

“Benar, penyelidikan sudah dilakukan sejak awal tahun,” ucap Budi.

Diduga Ada Markup Anggaran Triliunan Rupiah

KPK kini tengah menelusuri dugaan markup anggaran dalam proyek Kereta Cepat Whoosh yang menelan biaya hingga Rp 113 triliun.

Dugaan ini mencuat setelah muncul perbandingan mencolok antara biaya per kilometer proyek di Indonesia dan di Tiongkok.

Budi menambahkan, setiap data publik bisa menjadi bahan tambahan bagi tim penyelidik, termasuk informasi yang diungkap oleh Menko Polhukam Mahfud MD dalam salah satu kanal YouTube.

“Setiap data yang disampaikan tentu juga bisa menjadi pengayaan bagi tim untuk menelusuri dan mengungkap perkara,” katanya.

Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Belum Pastikan Akan Panggil Jokowi

KPK Minta Publik Tak Berspekulasi

KPK menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil resmi diumumkan.

“Masih terus berprogres dalam proses penyelidikan. Kita berikan ruang dan waktu pada proses penegakan hukum yang sedang berjalan di KPK supaya prosesnya bisa betul firm untuk menemukan informasi ataupun keterangan yang dibutuhkan,” tegas Budi.

Ungkapan Mahfud MD Soal Selisih Biaya Whoosh

Sebelumnya, Mahfud MD sempat mengungkapkan adanya perbedaan biaya yang mencolok dalam proyek kereta cepat antara Indonesia dan Tiongkok.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu USD 52 juta. Akan tetapi, di Tiongkok sendiri, hitungannya USD 17–18 juta. Naik tiga kali lipat,” ujar Mahfud dalam video di kanal YouTube-nya.

Pernyataan ini langsung menarik perhatian publik dan menimbulkan spekulasi terkait adanya ketidakwajaran dalam pembiayaan proyek yang semula dijanjikan tanpa dana APBN, namun kemudian mendapat tambahan suntikan dana pemerintah.

Publik Menanti Hasil Penyelidikan KPK 

Kini, masyarakat menanti hasil penyelidikan KPK atas proyek yang digadang-gadang sebagai simbol modernisasi transportasi Indonesia tersebut.

Berbagai pihak mendesak agar lembaga antikorupsi itu bersikap transparan dan tegas apabila ditemukan indikasi penyimpangan anggaran.

Proyek Kereta Cepat Whoosh diharapkan menjadi tonggak kemajuan transportasi publik Indonesia, namun dugaan penyimpangan anggaran ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai tata kelola dan akuntabilitas dalam proyek infrastruktur nasional. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#Kereta Cepat Whoosh #Mahfud MD #Jubir KPK Budi Prasetyo #kpk