Jawa Pos Radar Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai rata-rata upah buruh di Indonesia.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, rata-rata gaji pekerja di Tanah Air tercatat sebesar Rp3,33 juta per bulan.
Namun, angka tersebut berbeda antar sektor. Beberapa lapangan usaha tercatat memberikan upah jauh di atas rata-rata nasional.
“Jika dilihat menurut lapangan usaha, buruh pada sektor Informasi dan Komunikasi memperoleh upah tertinggi sebesar Rp5,28 juta,” tulis BPS dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2025, Rabu (5/11).
Informasi dan Komunikasi Jadi Sektor dengan Gaji Tertinggi
Sektor Informasi dan Komunikasi menempati posisi teratas dengan rata-rata gaji Rp5,28 juta per bulan, disusul oleh Aktivitas Keuangan dan Asuransi sebesar Rp5,12 juta, serta Pengadaan Listrik, Gas, dan Uap yang mencatat Rp5,07 juta.
Di sisi lain, sektor dengan upah terendah adalah Aktivitas Jasa Lainnya dengan rata-rata hanya Rp1,97 juta per bulan.
BPS juga mencatat adanya kesenjangan upah berdasarkan jenis kelamin. Buruh laki-laki memperoleh gaji rata-rata Rp3,59 juta, sedangkan perempuan Rp2,86 juta.
9 Lapangan Kerja dengan Gaji Tertinggi di Indonesia (Sakernas BPS Agustus 2025)
1. Informasi dan Komunikasi Rp5,28 juta
2. Aktivitas Keuangan dan Asuransi Rp5,12 juta
3. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin Rp5,07 juta
4. Pertambangan dan Penggalian Rp4,98 juta
5. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Rp4,43 juta
6. Real Estat Rp4,40 juta
7. Aktivitas Profesional dan Perusahaan Rp4,26 juta
8.Pengangkutan dan Pergudangan Rp4,09 juta
9. Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial Rp3,75 juta
Kesenjangan Upah Masih Jadi PR
BPS menilai bahwa perbedaan tingkat upah antara sektor dan gender masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya pemerataan ekonomi.
Sektor-sektor digital dan keuangan cenderung memberikan bayaran lebih tinggi karena membutuhkan keahlian teknis dan spesialisasi yang semakin dibutuhkan di era ekonomi modern.
Sementara itu, sektor jasa dan tenaga kerja informal masih didominasi oleh pekerjaan berupah rendah, terutama di wilayah pedesaan.
Editor : Ockta Prana Lagawira