Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tiket Kediri–Jakarta Rp700 Ribu, Bandara Dhoho Resmi Aktif Lagi Pekan Depan!

Ockta Prana Lagawira • Sabtu, 8 November 2025 | 16:38 WIB

 

Bandara Dhoho Kediri kembali dibuka 10 November 2025. Super Air Jet layani rute Kediri–Jakarta tiga kali seminggu dengan tarif mulai Rp700 ribu.
Bandara Dhoho Kediri kembali dibuka 10 November 2025. Super Air Jet layani rute Kediri–Jakarta tiga kali seminggu dengan tarif mulai Rp700 ribu.
Jawa Pos Radar Madiun – Setelah empat bulan ditutup, Bandara Dhoho Kediri (DHX) akhirnya kembali beroperasi.

Mulai 10 November 2025, bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur bagian selatan ini akan kembali melayani penerbangan komersial menuju Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono memastikan, rute pertama yang dibuka adalah Kediri–Jakarta (Soekarno-Hatta/CGK).

“Alhamdulillah Bandara Dhoho siap dibuka kembali. Penerbangan dari Kediri ke Jakarta akan dilayani maskapai Super Air Jet tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat,” ujarnya, Kamis (6/11).

Jadwal dan Tarif Penerbangan

Nyono menjelaskan, penerbangan Super Air Jet nomor IU-356 akan berangkat dari Jakarta pukul 10.20 WIB dan tiba di Kediri pukul 11.50 WIB.

Sementara penerbangan IU-357 dari Kediri akan berangkat pukul 12.30 WIB dan tiba di Jakarta pukul 14.00 WIB.

Untuk tarif, Kediri–Jakarta dibanderol sekitar Rp700 ribu, sedangkan Jakarta–Kediri sekitar Rp800 ribu.

Penerbangan akan menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

“Tingkat keterisian tempat duduk dari Kediri sudah mencapai 50 persen, sedangkan dari Jakarta 60 persen untuk penerbangan 10 November,” kata Area Manager Super Air Jet Jawa Timur Dyfi Suciyanti.

Pemprov Jatim menilai kehadiran Bandara Dhoho sangat penting sebagai pengungkit ekonomi kawasan selatan.

“Bandara Dhoho ini sebagai pintu gerbang pengungkit ekonomi wilayah Selatan Jawa Timur,” ujar Nyono.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mendukung penuh peningkatan aktivitas bandara. Ia bahkan menyiapkan surat imbauan resmi agar ASN, BUMN, dan BUMD memanfaatkan Bandara Dhoho untuk perjalanan dinas luar kota.

“Surat sudah di meja Ibu Gubernur dan segera ditandatangani,” kata Nyono.

Dishub Jatim juga tengah menyiapkan transportasi penghubung antarmoda dari Bandara Dhoho ke terminal di 13 daerah selingkar selatan Jawa Timur, agar akses penumpang lebih mudah.

Mekanisme Subsidi untuk Meramaikan Bandara

Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi mengungkapkan, pihaknya sudah meneken kerja sama dengan Super Air Jet untuk pemberian subsidi harga tiket dan keterisian penumpang agar penerbangan tetap ramai.

“Kami menerapkan mekanisme minimum revenue guarantee (MRG),” jelasnya.

Melalui skema itu, SDhI akan menanggung sebagian biaya jika pendapatan penerbangan tidak mencapai nilai yang disepakati.

“Misalnya, sekali pulang-pergi ada nilai Rp300 juta. Jika tidak sampai angka itu, maka disubsidi SDhI,” kata Maksin.

Aset Swasta yang Akan Dihibahkan ke Negara

Maksin menegaskan, Bandara Dhoho bukan sepenuhnya milik Gudang Garam, melainkan dibangun melalui Kerja Sama Badan Usaha (KBPU) antara swasta dan pemerintah.

 

Dari total lahan 321 hektare, sebanyak 190 hektare sudah dihibahkan ke Kementerian Perhubungan.

“Proses penyerahan ini terus berjalan sesuai perjanjian KBPU yang berlaku. Bandara Dhoho adalah milik semua masyarakat,” tuturnya.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Super Air Jet #penerbangan Kediri Jakarta #Khofifah Indar Parawansa #Bandara Dhoho Kediri #kediri #pemprov jatim