LUMAJANG, Jawa Pos Radar Madiun – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi, Rabu (19/11) sekitar pukul 16.00.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan erupsi masih berlangsung saat laporan disusun.
Dalam rilis resminya, PVMBG mencatat tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak kawah atau 5.676 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan untuk menghindari potensi bahaya awan panas dan lahar.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 8 kilometer dari puncak.
Di luar jarak 8 kilometer itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena area tersebut masih berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat dan pendaki juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru.
Zona ini dikategorikan sangat rawan terhadap lontaran batu pijar maupun material vulkanik lainnya.
PVMBG menyatakan pemantauan aktivitas Semeru masih dilakukan secara intensif dan akan menyampaikan pembaruan apabila terjadi perubahan signifikan pada aktivitas vulkanik gunung tersebut. (her)
Editor : Hengky Ristanto