Jawa Pos Radar Madiun - Hari Anak Sedunia yang jatuh pada hari ini, Kamis 20 November 2025 menjadi momen untuk menghargai kebebasan, kemandirian, dan kebahagiaan anak-anak.
Sebuah tema yang juga diungkapkan dengan indah oleh Kahlil Gibran.
Kahlil Gibran, penyair Lebanon itu telah menginspirasi pembaca di seluruh dunia dengan karya-karya puitisnya.
Salah satu karya fenomenalnya adalah The Prophet.
Di Indonesia, karya ini dikenal sebagai Almustafa atau Sang Nabi versi terjemahan Sapardi Djoko Damono.
Kumpulan puisinya menyimpan banyak pesan mendalam, termasuk pandangannya tentang anak-anak.
Dalam puisinya The Child, Gibran menegaskan bahwa anak-anak bukanlah milik orang tua, melainkan individu yang lahir dari kerinduan kehidupan terhadap dirinya sendiri.
Dalam kata-katanya:
"Anakmu bukanlah anakmu. Mereka adalah putra putri kerinduan kehidupan terhadap dirinya sendiri. Mereka terlahir lewat dirimu, tetapi tidak berasal dari dirimu. Dan, meskipun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu."
Gibran mengingatkan agar orang tua memberi cinta tanpa memaksakan pikiran atau kehendak mereka.
Jiwa anak adalah milik masa depan yang tak dapat dijangkau sepenuhnya oleh orang tua:
"Kau boleh memberi mereka cintamu, tetapi bukan pikiranmu. Sebab, mereka memiliki pikiran sendiri. Kau bisa memelihara tubuh mereka, tetapi bukan jiwa mereka."
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Simak Peringatan Resmi dan Zona Rawan Ini Harus Dihindari
Ia juga menekankan bahwa orang tua berperan sebagai busur, sedangkan anak-anak adalah panah yang diluncurkan ke masa depan.
Cinta dan bimbingan harus menjadi dorongan, bukan ikatan yang membatasi:
"Kau adalah busur yang meluncurkan anak-anakmu sebagai panah hidup. Pemanah mengetahui sasaran di jalan yang tidak terhingga, dan Ia melengkungkanmu sekuat tenaga-Nya agar anak panah melesat cepat dan jauh."
Hari Anak Sedunia yang jatuh tepat hari ini menjadi momen sempurna untuk merenungkan pesan Kahlil Gibran: menghormati kemandirian anak, memberi mereka cinta, dan membiarkan mereka menapaki jalan hidupnya sendiri. (fin)
Editor : AA Arsyadani