Jawa Pos Radar Madiun - Di era serba digital, kasus penipuan online semakin marak dan metode yang digunakan pelaku pun kian beragam.
Mulai dari tautan mencurigakan hingga permintaan data pribadi.
Berbagai modus ini sering muncul melalui pesan singkat, media sosial, aplikasi tidak resmi, atau bahkan pihak yang mengatasnamakan lembaga tertentu.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami pola penipuan dan melindungi diri sebelum menjadi korban.
Simak tips dari PT Taspen berikut ini!
Ciri-Ciri Penipuan Online yang Paling Sering Terjadi
Berikut beberapa pola yang umum dilakukan pelaku penipuan digital:
1. Mengirim link tidak jelas atau mencurigakan (phishing).
2. Meminta pembayaran di luar platform resmi.
3. Menawarkan promo atau hadiah yang terdengar terlalu menggiurkan.
4. Meminta data pribadi atau informasi sensitif.
5. Mengarahkan korban untuk “menebus” hadiah tertentu.
6. Mengklaim ada pembaruan dokumen secara online tanpa prosedur yang lazim.
7. Mendesak agar segera membeli atau melakukan transaksi.
8. Mengaku sebagai keluarga atau sahabat dekat.
9. Mengirim file berformat .apk yang berpotensi berisi malware.
10. Memaksa korban top-up untuk menerima bonus.
11. Mengirim notifikasi dari aplikasi yang tidak resmi.
12. Menawarkan menjadi “money mule”, yakni menerima uang yang akan ditransfer kepada pihak lain.
13. Menggunakan teknik social engineering seperti love scamming atau video call berbau erotis.
14. Mengirim pesan “resmi” dengan tata bahasa kacau dan ilustrasi buruk.
Tips Mencegah Jadi Korban Penipuan Online
Mencegah selalu lebih mudah daripada mengembalikan uang yang sudah hilang. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
1. Hindari membagikan data pribadi apa pun di ruang publik.
2. Selalu curiga terhadap nomor asing, email tidak jelas, atau pesan mencurigakan.
3. Pastikan kebenaran informasi melalui layanan pelanggan resmi.
4. Lakukan transaksi sesuai prosedur dan rekomendasi platform yang Anda gunakan.
5. Periksa aplikasi yang terpasang dan jangan memberi akses sembarangan.
6. Telusuri kebenaran informasi melalui Google atau sumber tepercaya lain.
7. Bila menerima pesan mencurigakan via WhatsApp atau aplikasi lain, hubungi langsung untuk memastikan.
8. Konsultasikan pada teman atau ahli jika ragu terhadap suatu penawaran.
Perlu diingat, jika seseorang sudah menjadi korban penipuan online, peluang uang kembali sangat kecil. Karena itu, kewaspadaan menjadi benteng utama saat beraktivitas di dunia digital. (*)
Editor : Mizan Ahsani