Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Danantara Akuisisi Hotel dan Lahan Strategis di Makkah, Perkuat Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia

Riski Asari • Selasa, 16 Desember 2025 | 01:26 WIB

 

Formula baru penghitungan masa tunggu haji mengubah kuota di berbagai provinsi secara signifikan.
Formula baru penghitungan masa tunggu haji mengubah kuota di berbagai provinsi secara signifikan.

Jawa Pos Radar Madiun - Langkah Indonesia dalam memperkuat ekosistem layanan haji dan umrah di Tanah Suci kian nyata.

Melalui Danantara Investment Management (DIM), Danantara Indonesia resmi mengakuisisi aset perhotelan dan properti strategis di Kota Makkah, Arab Saudi, sebagai bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah asal Indonesia.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian strategis multi-aset antara DIM dan Thakher Development Company.

Seluruh aset yang diakuisisi berada di kawasan Thakher City, wilayah pengembangan baru di Makkah yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

Akuisisi Hotel dan Lahan Pengembangan Strategis

Dalam kerja sama tersebut, Danantara mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City dengan kapasitas 1.461 kamar.

Selain itu, DIM juga mengambil alih 14 bidang tanah strategis dengan total luas sekitar 4,4 hektare, yang telah dipersiapkan untuk pengembangan lanjutan di sektor perhotelan dan fasilitas pendukung jemaah.

Masuknya Danantara ke sektor properti di Makkah didorong oleh besarnya potensi pasar jemaah Indonesia.

Setiap tahun, jumlah jemaah umrah asal Indonesia mencapai lebih dari dua juta orang, sementara kuota jemaah haji konsisten berada di atas 200 ribu orang.

Kondisi tersebut menjadikan ketersediaan akomodasi yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan sebagai kebutuhan strategis.

Potensi Pengembangan hingga 5.000 Kamar Hotel

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa pengembangan aset akan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan master plan terpadu.

Rencana tersebut mencakup pembangunan hotel tambahan, area ritel, serta berbagai fasilitas penunjang lain yang dibutuhkan jemaah.

“Penandatanganan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengamankan aset-aset strategis yang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah,” ujar Rosan dalam keterangan resmi, dikutip Senin (15/12).

Secara keseluruhan, proyek ini memiliki potensi kapasitas hingga sekitar 5.000 kamar hotel, tergantung pada hasil studi kelayakan serta persetujuan dari regulator Arab Saudi.

Meski kepemilikan aset telah diformalkan, pengembangan lanjutan akan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang prudent dan berkelanjutan.

Didukung Mitra Lokal dan Otoritas Arab Saudi

Transaksi ini turut didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra pengembang lokal strategis.

Selain itu, Danantara juga terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas Arab Saudi, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), terutama dalam perencanaan jangka panjang serta penyesuaian dengan tata kota Makkah.

Sebagai badan pengelola investasi negara, Danantara menilai inisiatif ini selaras dengan mandat pengelolaan aset strategis nasional, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai publik berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem layanan haji dan umrah global. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#Danantara Investment Management #haji dan umrah #Haji 2026 #jemaah indonesia #hotel haji #Danantara