Jawa Pos Radar Madiun – Euforia libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) telah tiba. Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat mencapai 119 juta orang atau hampir setengah populasi Indonesia.
Di tengah tingginya mobilitas dan lonjakan transaksi keuangan ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh nasabahnya.
Pasalnya, momen libur panjang kerap dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan siber (cyber crime).
Direktur Information Technology (IT) BRI, Saladin D. Effendi, menegaskan bahwa pihaknya telah menjamin keandalan sistem dengan target success rate transaksi hingga 99,9 persen.
Namun, kewaspadaan nasabah tetap menjadi kunci utama keamanan dana.
Baca Juga: Rumah Denny Caknan di Ngawi Jadi Pusat COD, Sang Musisi Malah Sediakan WiFi Gratis
Daftar Modus Penipuan Nataru
Saladin membeberkan beberapa modus penipuan yang kerap muncul saat musim liburan, antara lain:
Penawaran Hadiah Palsu: Mengatasnamakan undian bank.
Promo Fiktif: Diskon liburan atau belanja yang tidak masuk akal.
Tautan (Link) Berbahaya: Link undangan digital atau tagihan palsu yang menyerupai situs resmi (phishing).
Modus Pajak: Penipuan berkedok pembayaran pajak.
Tips Aman Bertransaksi ala BRI
Agar liburan tetap tenang tanpa saldo terkuras, BRI membagikan panduan keamanan yang wajib dipatuhi nasabah:
1. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi Haram hukumnya memberikan data sensitif seperti PIN, Password, dan OTP (One Time Password) kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku petugas bank.
"BRI tidak pernah meminta data sensitif melalui telepon, pesan singkat, email, atau media sosial," tegas Saladin.
2. Hindari Wifi Publik
Saat berada di rest area, stasiun, atau bandara, hindari bertransaksi menggunakan jaringan internet publik (Wifi gratisan) yang tidak aman. Hal ini untuk meminimalisasi risiko pencurian data (sniffing). Gunakanlah paket data seluler pribadi.
3. Gunakan Kanal Resmi Pastikan hanya mengunduh aplikasi BRImo dari toko aplikasi resmi (PlayStore/AppStore). Jika membutuhkan uang tunai, gunakanlah jaringan ATM, CRM, dan AgenBRILink yang terpercaya.
Saat ini, BRI telah menyiagakan lebih dari 19.600 unit ATM/CRM dan 1,19 juta AgenBRILink di seluruh Indonesia untuk melayani kebutuhan nasabah.
4. Rutin Cek Mutasi Aktifkan notifikasi transaksi (SMS/Email Notif) dan rajinlah mengecek mutasi rekening secara berkala. Jika ada transaksi mencurigakan, segera lapor ke Contact Center resmi BRI.
"Kami mengimbau nasabah untuk tidak merespons pihak yang meminta data rahasia dan segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi BRI," pungkas Saladin. (*)
Editor : Mizan Ahsani