Tips Menyiapkan Mental Anak Kembali Sekolah usai Liburan, Atur Pola Tidur hingga Detoks Gadget
Jawa Pos Radar Madiun – Masa liburan semester dan Tahun Baru 2026 segera berakhir. Bagi para orang tua, akhir pekan ini (3-4 Januari) adalah masa krusial.
Bukan lagi soal mencari tempat wisata, melainkan mempersiapkan mental anak agar siap kembali ke rutinitas sekolah.
Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, mengingatkan bahwa transisi dari mode "santai liburan" ke mode "serius belajar" seringkali memicu gejolak emosi pada anak.
"Orang tua perlu memperhatikan kondisi emosi anak, seperti adanya rasa malas, cemas, atau enggan kembali ke sekolah," ujar Devi, mengutiip Antara, Sabtu (3/1).
Agar Senin pagi tidak diwarnai drama tangisan atau aksi mogok sekolah, berikut langkah-langkah strategis yang disarankan psikolog:
1. "Cek Ombak" Emosi Anak
Jangan biarkan anak memendam perasaannya sendiri. Ajaklah mereka berdiskusi santai (Deep Talk). Dengarkan apa yang mereka khawatirkan dan apa yang mereka harapkan.
Kuncinya adalah validasi perasaan mereka, lalu berikan suntikan semangat dengan gambaran positif. Ingatkan mereka tentang serunya bertemu sahabat atau mata pelajaran favorit mereka.
2. Reset Jam Biologis (Pola Tidur dan Makan)
Ini adalah PR terbesar. Selama liburan, jam tidur anak mungkin berantakan (begadang) dan pola makan tidak teratur.
Mulai hari ini, orang tua wajib mengembalikan disiplin tersebut. Sesuaikan kembali jam tidur malam agar anak tidak bangun kesiangan dan uring-uringan saat hari pertama masuk sekolah.
3. Libatkan Anak Siapkan "Amunisi"
Jangan siapkan tas sekolah mereka sendirian. Ajak anak untuk terlibat langsung dalam mempersiapkan perlengkapan sekolah, menyetrika seragam, hingga menyusun jadwal harian.
Keterlibatan ini akan membangun rasa tanggung jawab dan secara tidak sadar mengirim sinyal ke otak mereka bahwa "masa liburan sudah selesai".
4. Detoks Gadget dan Aturan Baru
Penggunaan gawai (HP/Tablet) yang mungkin "loss" selama liburan harus mulai direm.
Devi mengingatkan orang tua untuk menerapkan aturan durasi penggunaan gawai yang jelas dan konsisten.
Sebagai gantinya, siapkan aktivitas alternatif yang menyenangkan di rumah agar anak tidak sakau hiburan.
"Orang tua bisa mengajak anak membuat jadwal harian bersama, menceritakan pengalaman liburan, membaca buku, memasak, atau berolahraga bersama," sarannya.
Aktivitas bersama ini tidak hanya mengalihkan perhatian dari layar kaca, tetapi juga mempererat bonding emosional, sehingga anak merasa didukung penuh oleh keluarganya untuk kembali menuntut ilmu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani