Jawa Pos Radar Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai tersangka.
Gus Yaqut, sapaan akrabnya, tersandung kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023–2024 yang merugikan negara hingga Rp 1 triliun lebih.
"Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji," tegas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat (9/1).
Kasus ini bermula dari temuan ketidaksesuaian pembagian kuota haji tambahan 20.000 jemaah.
Kemenag membaginya 50:50 (reguler dan khusus), padahal UU mengamanatkan 92 persen untuk haji reguler.
Atas hal itu, KPK menetapkan Gus Yaqut tersangka korupsi kuota haji.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Gus Yaqut? Berikut profil dan rekam jejaknya.
Dari Keluarga Pesantren ke Kursi Menteri
Lahir di Rembang, 4 Januari 1975, Yaqut tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) yang kental.
Ia adalah putra dari KH M Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB, dan adik kandung Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Ia juga merupakan keponakan dari ulama kharismatik, Gus Mus (KH Musthofa Bisri).
Pendidikan: Sempat Kuliah Sosiologi UI Tapi Tak Tuntas
Dalam riwayat pendidikannya, Yaqut menamatkan sekolah dasar hingga menengah atas di tanah kelahirannya, Rembang.
Menariknya, ia tercatat pernah berkuliah di jurusan Sosiologi Universitas Indonesia (UI).
Namun, dalam biodata KPU 2019, ia hanya mencantumkan lulusan SMA karena kuliahnya di UI tidak selesai.
Karir Politik: Pernah Gagal ke Senayan
Karir politik Yaqut dimulai dari bawah. Ia mendirikan PMII Cabang Depok (1996–1999) dan memimpin DPC PKB Rembang.
2004–2005: Anggota DPRD Kabupaten Rembang.
2005–2010: Wakil Bupati Rembang.
2014: Sempat gagal dalam Pileg DPR RI, namun akhirnya melenggang ke Senayan melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Hanif Dhakiri yang diangkat jadi menteri.
2015: Terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum GP Ansor.
2020: Ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama, menggantikan Fachrul Razi.
Deretan Kontroversi Gus Yaqut
Selama menjabat sebagai Menag, Gus Yaqut dikenal dengan sejumlah pernyataan dan kebijakan yang memicu pro-kontra.
1. Analogi "Gonggongan Anjing"
Pada Februari 2022, ia digugat setelah pernyataannya yang membandingkan suara pengeras suara masjid dengan gonggongan anjing saat menjelaskan aturan pengeras suara tempat ibadah.
2. Isu LGBT dan Syiah
Di awal jabatannya, ia berjanji melindungi hak-hak komunitas minoritas seperti Syiah dan Ahmadiyah, serta pernah dikecam terkait pernyataannya soal hak LGBT sebelum menjadi menteri.
3. Dukungan Ahok dan Jokowi
GP Ansor di bawah kepemimpinannya dikenal loyal mendukung Jokowi dan pernah menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Sunan Kalijodo saat Pilgub DKI 2017.
Kini, karir politik Gus Yaqut berada di ujung tanduk setelah KPK menetapkan status tersangka dan mencegahnya bepergian ke luar negeri. (naz)
Editor : Mizan Ahsani