Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perayaan Imlek 2026 Bakal Disulap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Jakarta, Target Rp10 Triliun!

AA Arsyadani • Senin, 9 Februari 2026 | 12:38 WIB
Ilustrasi perayaan imlek
Ilustrasi perayaan imlek

Jawa Pos Radar Madiun - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 tak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga menjadi pendorong kuat roda ekonomi Jakarta.

Optimisme tersebut mengemuka dalam pembukaan Jakarta Lunar New Year Festival 2026 yang digelar di Emporium Pluit Mall, Minggu (8/2).

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto secara resmi membuka festival tersebut dan menegaskan bahwa geliat ekonomi Ibu Kota menunjukkan sinyal yang sangat positif di awal tahun Kuda Api 2026.

Festival ini dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Okupansi Mal Nyaris Penuh, Ekonomi Jakarta Dinilai Solid

Dalam sambutannya, Uus memberikan apresiasi kepada Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang dinilai berperan besar dalam menjaga denyut ekonomi Jakarta tetap bergerak.

Ia menyoroti tingkat okupansi pusat perbelanjaan yang nyaris penuh sebagai indikator nyata ketahanan ekonomi daerah.

"Bagaimana perkembangan ekonomi di berbagai mal yang ada di Jakarta? Terlebih untuk Emporium Pluit Mall yang kita hadiri hari ini, tadi disampaikan tingkat okupansinya mencapai 99,46 persen. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Jakarta berada dalam kondisi yang sangat baik," ujarnya.

Meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian, Uus optimistis Jakarta mampu melampaui berbagai proyeksi pertumbuhan berkat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dari Rojali ke Rombongan Jadi Beli

Optimisme serupa juga disampaikan Ketua APPBI DKI Jakarta Mualim Wijoyo. Ia mengungkap adanya perubahan signifikan dalam perilaku konsumen selama beberapa waktu terakhir.

Fenomena “rojali” yang dulu identik dengan rombongan jarang beli, kini justru bertransformasi menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha.

"Sekarang kan ekonomi Jakarta sudah membaik ya. Yang dahulu ada istilah rojali, rombongan jarang beli, sekarang rojali, rombongan jadi beli. Kali ini kita target transaksinya tembus Rp10 triliun, tetapi kan target, bisa saja melampaui," ujar Mualim.

Target transaksi Rp10 triliun selama periode Imlek dinilai realistis. Apalagi, pada momentum Natal dan Tahun Baru sebelumnya, Jakarta sukses mencatatkan transaksi sebesar Rp15,25 triliun dari sektor hotel, pusat perbelanjaan, dan UMKM

Atraksi Kelas Dunia hingga Aksi Sosial

Kemeriahan Imlek 2026 di Jakarta turut dimeriahkan berbagai hiburan berskala internasional. Pengunjung Emporium Pluit Mall disuguhi penampilan Barongsai Tonggak Juara Dunia, aksi DJ Panda, serta pertunjukan artis Desy Huang.

Tak hanya fokus pada belanja dan hiburan, perayaan Imlek tahun ini juga membawa pesan kemanusiaan. Sebanyak 33 pusat perbelanjaan di Jakarta akan menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI DKI Jakarta.

Selain itu, enam mal besar, termasuk Grand Indonesia dan Plaza Indonesia, ambil bagian dalam Lomba Dekorasi Imlek 2577 Kongzili.

Mengusung tema “Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keragaman”, kawasan Sudirman–Thamrin kini tampil semarak dengan ornamen khas Imlek.

"Melalui rangkaian acara Imlek serta berbagai promo menarik di pusat perbelanjaan, kami ingin menghadirkan suasana perayaan yang meriah bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kunjungan dan transaksi di mal," imbuh Mualim.

Imlek Jadi Momentum Ekonomi Inklusif

Perayaan Imlek 2026 di Jakarta menegaskan bahwa budaya, ekonomi, dan keberagaman dapat berjalan beriringan.

Dengan target transaksi fantastis dan partisipasi luas berbagai pihak, Imlek tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jakarta di awal 2026. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#imlek #imlek jakarta #ekonomi jakarta #dki jakarta #Jakarta Lunar New Year Festival 2026 #tahun baru imlek 2026