Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SPPG di Trenggalek Disemprit karena Pegawai Tidur di Lantai, Wakil Kepala BGN: Saya Marah Betul!

Mizan Ahsani • Jumat, 13 Februari 2026 | 08:39 WIB
SPPG di Trenggalek kena semprit dan diminta melakukan sejumlah pembenahan.
SPPG di Trenggalek kena semprit dan diminta melakukan sejumlah pembenahan.

Jawa Pos Radar Madiun - Upaya penertiban dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, terus berlanjut.

Setelah sebelumnya menyemprit 5 SPPG di Madiun Raya dan mengkritik tajam SPPG Rumah Walet di Ponorogo, kini giliran SPPG Trenggalek Pogalan yang menjadi sasaran amarah.

Di SPPG yang berlokasi di Dusun Duwet, Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, itu, Nanik menemukan fakta miris.

Para pengawas gizi dan keuangan tidak diberikan fasilitas ruang istirahat yang layak oleh mitra pengelola, hingga terpaksa tidur di lantai.

Baca Juga: SPPG Pucangrejo Sawahan Masuk Daftar Tutup Sementara BGN, Pemkab Madiun Pastikan MBG Aman

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang: Saya Sudah Marah Betul Ini!

Kemarahan Nanik memuncak saat mendengar curhatan Nia Hastuti, seorang Pengawas Keuangan di SPPG tersebut.

Nia mengungkapkan betapa buruknya fasilitas yang disediakan mitra (yayasan), padahal beban kerja mereka sangat berat mengawasi proses masak semalaman.

"Kami merasa kasihan sekali kepada pengawas gizi kami karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur akibat tidak ada ruang istirahat," ungkap Nia kepada Nanik.

Mendengar hal itu, Nanik langsung mengeluarkan ultimatum keras.

Ia mengancam akan menghentikan operasional mitra jika tidak segera membenahi fasilitas.

"Mitra yang tidak mau menyediakan ruang istirahat untuk kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan dihentikan sementara," tegasnya.

"Bilang sama pemilik, ya, saya sudah marah betul ini, saya tutup atau segera membuat kamar!" sambung Nanik, melalui rilis oleh BGN.

Baca Juga: Kasus SPPG Rumah Walet di Ponorogo, Dinkes Ikut Kena Semprit Gara-Gara Satu Masalah Paling Krusial

Terima Rp 6 Juta per Hari, Tapi Pelit Fasilitas

Nanik menegaskan bahwa mitra SPPG seharusnya tidak memiliki alasan kekurangan dana untuk menyediakan fasilitas dasar seperti ruang istirahat, AC, atau peralatan dapur baru.

Pasalnya, setiap mitra menerima anggaran operasional yang cukup besar setiap harinya.

"Mitra sudah menerima Rp 6 juta setiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab," cetus Nanik.

Nia Hastuti mengaku sudah berkali-kali meminta perbaikan AC rusak dan penyediaan kamar tidur, namun pihak mitra selalu berdalih tidak ada dana. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#trenggalek #magetan #SPPG #nanik s deyang #madiun #Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang #Rumah walet #Pucangrejo #evaluasi SPPG #ponorogo