Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Penerima Bansos Siap-Siap! Pemerintah Akan Rekrut KPM Berbagai Lini Bantuan sebagai Anggota KDKMP

Mizan Ahsani • Rabu, 11 Maret 2026 | 08:11 WIB

BANSOS: Penyaluran BLTD menjadi bagian dari solusi Pemkot Madiun untuk mereduksi angka kemiskinan. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
BANSOS: Penyaluran BLTD menjadi bagian dari solusi Pemkot Madiun untuk mereduksi angka kemiskinan. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Paradigma bantuan sosial (bansos) di Indonesia mulai bergeser dari sekadar bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan ekonomi.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf secara terbuka mendorong para keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah masing-masing.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga berdaya secara ekonomi.

Menurut Mensos, potensi penguatan ekonomi daerah melalui koperasi sangat besar, terutama di wilayah Jawa Timur yang memiliki basis penerima bansos yang masif.

Baca Juga: Hasil Swiss Open 2026: Raymond/Joaquin Tersingkir di Babak Pertama usai Kalah dari Ganda Putra Taiwan

"Di Jawa Timur ada lebih dari lima juta penerima manfaat dari program-program yang disalurkan melalui Kementerian Sosial. Mereka dapat bergabung menjadi anggota KDKMP di wilayah setempat," ujar Mensos saat melakukan sosialisasi di KDMP Gejugjati, Pasuruan, Selasa (10/3).

Keuntungan Jadi Anggota: Bukan Sekadar Pembeli

Mensos menjelaskan bahwa dengan bergabung ke koperasi, para penerima bansos akan memiliki peran ganda.

Mereka tidak hanya bertindak sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pemilik usaha. Keuntungan utamanya adalah hak untuk mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan setiap akhir tahun.

Baca Juga: Rekap Hasil Liga Champions Tadi Malam: Newcastle vs Barcelona Imbang, Bayern Munchen Pesta Gol

"Anggota koperasi nantinya berhak memperoleh sisa hasil usaha yang dibagikan setiap akhir tahun. Ini tentu dapat meningkatkan perekonomian anggota terkait," imbuhnya.

Uji Coba Program Ayam Petelur

Selain dorongan menjadi anggota koperasi, Kemensos juga mulai melakukan uji coba program pemberdayaan ekonomi nyata.

Baca Juga: Bupati Nanik Rotasi Besar-besaran Pejabat Magetan, 18 JPTP Diutak-atik

Sebanyak 100 keluarga terpilih menerima bantuan usaha berupa 24 ekor ayam petelur per keluarga.

Program ini didesain sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga prasejahtera.

Menariknya, hasil produksi telur tersebut nantinya tidak perlu dijual jauh-jauh, melainkan dapat dipasarkan melalui KDMP setempat sehingga terbentuk ekosistem ekonomi mandiri.

Baca Juga: DBD Serang 8 Kelurahan di Kota Madiun, Bayi Tiga Bulan Ikut Terinfeksi

Ubah Nasib dari Objek Menjadi Pelaku Ekonomi

Senada dengan Mensos, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini merupakan upaya pemerintah untuk mengubah nasib masyarakat desa.

Targetnya, masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi naik kelas menjadi pelaku ekonomi.

"Diharapkan program kolaborasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa penerima bansos serta meningkatkan perekonomian desa yang berdampak secara nasional," pungkas Ferry. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mensos #gus ipul #KDKMP #bantuan #anggota koperasi #bansos #penerima bansos #Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih