Jawa Pos Radar Madiun - Bayang-bayang penumpukan 143 juta pemudik pada momentum Lebaran 2026 disikapi serius oleh pemerintah pusat.
Menko PMK Pratikno bersama Kapolri dan jajaran menteri kabinet turun langsung meninjau kesiapan Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak, Banten.
Baca Juga: Link Live Streaming Man City vs Real Madrid Liga Champions 2026, Los Blancos Bawa Keunggulan 3-0
Fokus utama inspeksi lintas sektoral ini adalah memastikan kelancaran distribusi pemudik, khususnya untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada Rabu besok (18/3) dan arus balik pada 29 Maret 2026.
"Dengan rentang libur panjang dan kebijakan Flexible Work Arrangement (FWA), kami sangat mengharapkan distribusi pergerakan mudik tidak menumpuk di satu hari tertentu," tegas Menko PMK Pratikno.
Guna mengurai horor antrean menuju pelabuhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan penerapan sejumlah manuver taktis.
Di antaranya penambahan buffer zone (kantong parkir), optimalisasi command center secara real-time, hingga sistem penjualan tiket mutlak online.
Kapasitas angkut penyeberangan juga dipompa maksimal. Menhub Dudy Purwagandhi menyebutkan, Kemenhub menyiagakan 14 armada kapal tambahan yang didistribusikan secara strategis ke Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara.
Di sisi lain, aspek keselamatan dan kenyamanan pemudik turut menjadi atensi khusus.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi angkutan umum guna menekan fatalitas kecelakaan akibat human error.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi hadirnya ruang bermain anak dan fasilitas ramah keluarga yang membuat wajah pelabuhan tahun ini terasa jauh lebih humanis.
"Ini adalah kerja kolektif. Semua pihak harus responsif, melayani dengan ramah, dan masyarakat kami imbau selalu mengikuti arahan petugas demi mudik yang aman, nyaman, dan selamat," pungkas Pratikno. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura