Jawa Pos Radar Madiun - Peningkatan mobilitas masyarakat pada fase puncak Lebaran rupanya tidak hanya terpusat di jalur arteri dan jalan tol. Pergerakan warga di dalam kota yang memburu kebutuhan hari raya juga berpotensi memicu kelumpuhan lalu lintas.
Merespons hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota mengambil langkah taktis dengan menerjunkan pasukan khusus bernama Tim Urai. Patroli pengamanan ini menjadi bagian krusial dalam menyukseskan rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026.
Baca Juga: Bek Persib Bandung Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Play-off Piala Dunia 2026 di Meksiko
Di bawah komando Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota, personel Tim Urai disebar untuk menyisir berbagai kawasan strategis. Sasarannya difokuskan pada titik-titik dengan mobilitas tinggi, seperti kawasan parkir padat, objek vital, hingga pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Ponpes Al-Falah Ploso Tetapkan Idul Fitri 2026 Jumat Legi 20 Maret, Ini Alasannya
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan menegaskan, patroli preventif ini dioptimalkan demi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di ruang publik.
"Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan dan objek vital," terang AKP Tutud Yudho, Selasa (17/3).
Diketahui, Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Jawa Timur dijadwalkan berlangsung selama 13 hari penuh, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret mendatang.
Baca Juga: Lampaui Target, AHY Lepas 116 Ribu Peserta Mudik Gratis BUMN 2026 dari GBK
Sejauh ini, manuver Tim Urai di lapangan membuahkan hasil yang positif. Pemantauan di sejumlah titik rawan Kota Kediri menunjukkan situasi yang aman dan kondusif, dengan arus lalu lintas yang tetap mengalir lancar tanpa bottleneck yang berarti. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura