Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan sementara selama masa libur Idul Fitri 2026.
Langkah ini diprediksi mampu memberikan ruang efisiensi bagi kas negara hingga triliunan rupiah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa penghentian sementara ini telah dilaporkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, penghematan ini menjadi sinyal positif bagi optimalisasi anggaran negara.
"Ketua MBG sudah lapor. Katanya liburan akan diberhentikan. Hemat lumayan berapa triliun," ujar Menkeu Purbaya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3).
Baca Juga: Pakar Jepang Ingatkan Bahaya 14 Zona Megathrust RI, Waspada Potensi Gempa M 9,1 di Selatan Jawa
Detail Penghentian dan Anggaran yang Dihemat
Menkeu merujuk pada data dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang merinci teknis penghentian program selama periode lebaran:
-
Total Penghematan: Mencapai sekitar Rp5 triliun.
-
Jadwal Penghentian:
-
Sekolah-sekolah: Dihentikan sejak 13 Maret 2026.
-
Ibu Hamil, Menyusui, & Balita: Penyaluran terakhir pada 17 Maret 2026.
-
Periode Vakum: 18–24 Maret 2026 (distribusi dilakukan lebih awal sebagai pengganti).
-
-
Jadwal Penyaluran Kembali: Program akan aktif normal mulai 31 Maret 2026.
Optimalisasi Anggaran Rp 335 Triliun
Menkeu Purbaya menekankan bahwa meskipun MBG mendapatkan pagu anggaran raksasa sebesar Rp335 triliun, ruang efisiensi masih sangat terbuka lebar.
Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat kelas bawah, namun pelaksanaannya perlu terus dipertajam.
"MBG itu program yang bagus karena tidak semuanya kaya. Hanya pelaksanaannya saja yang dioptimalkan, terutama cara mereka belanjanya agar lebih efisien," tambah Purbaya.
Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Keuangan dalam menyusun rencana penghematan anggaran di berbagai Kementerian/Lembaga (K/L).
Target utamanya adalah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 agar tetap berada di bawah level aman, yakni 3 persen. (naz)
Editor : Mizan Ahsani