Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu (8/4/2026) rupanya memicu gelombang panic buying di kalangan investor.
Menyentuh level Rp 2.900.000 per gram, antusiasme masyarakat untuk mengamankan asetnya justru semakin tak terbendung.
Berdasarkan data ketersediaan produk ANTAM Certicard Fine Gold Bar 999.9 khusus area Jawa-Bali (meliputi Butik Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya Darmo, Surabaya Pakuwon, dan Bali), hampir seluruh pecahan gramasi dilaporkan ludes terjual (sold out).
Kelangkaan ini merata di hampir semua butik resmi.
Bagi warga Madiun dan sekitarnya yang biasanya mengandalkan Butik Emas Antam di Surabaya (Darmo maupun Pakuwon), saat ini ketersediaan keping emas sangatlah terbatas dan hanya menyisakan pecahan besar tertentu.
Baca Juga: Mulai 13 April, Arus Lalu Lintas Pusat Kota Magetan Diubah Total
Berikut adalah rincian harga emas Antam terbaru beserta status ketersediaan stoknya di jaringan Butik Emas Jawa-Bali per hari ini:
| Gramasi | Harga per Keping | Ketersediaan Stok (Area Jawa-Bali) |
| 0,5 gram | Rp 1.500.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 1 gram | Rp 2.900.000 | Tersedia di Yogyakarta (104 keping), butik lain habis. |
| 2 gram | Rp 5.750.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 3 gram | Rp 8.607.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 5 gram | Rp 14.315.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 10 gram | Rp 28.550.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 25 gram | Rp 71.210.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 50 gram | Rp 142.255.000 | Tersedia di Surabaya Darmo (6 keping), butik lain habis. |
| 100 gram | Rp 284.360.000 | Tersedia di Bandung (6), Semarang (13), Yogyakarta (14), Surabaya Darmo (6). |
| 250 gram | Rp 710.590.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 500 gram | Rp 1.420.900.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
| 1.000 gram | Rp 2.840.600.000 | Habis Terjual (Sold Out) |
Baca Juga: Hasil BAC 2026 Hari Ini: Jonatan Christie Hajar Tunggal Putra Malaysia
Masyarakat yang berencana membeli emas batangan Antam dalam waktu dekat disarankan untuk memantau pembaruan stok secara berkala melalui situs resmi Logam Mulia, atau beralih ke instrumen investasi lain sementara waktu hingga pasokan kembali normal. (*)
Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura