Jawa Pos Radar Madiun - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mendesak pemerintah segera merealisasikan pemberian subsidi pembelian sepeda motor listrik pada tahun 2026.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan elektrik di tanah air sekaligus menghindari fenomena hold-buying atau penundaan pembelian oleh konsumen.
Public Relation & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, menyatakan bahwa ketidakpastian mengenai kapan subsidi tersebut berlaku dapat membuat masyarakat menunda keputusan pembelian.
Padahal, percepatan adopsi kendaraan listrik menjadi target utama dalam mendorong transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Poin Penting Strategi AISMOLI 2026
Dalam upaya meningkatkan penggunaan motor listrik, AISMOLI memfokuskan strategi pada tiga aspek utama:
1. Efisiensi Operasional
AISMOLI secara aktif mengampanyekan manfaat ekonomi dari penggunaan motor listrik, terutama bagi sektor yang memerlukan mobilitas tinggi seperti ojek online, kurir logistik, dan armada korporasi.
Segmen ini dianggap paling cepat memberikan dampak terukur bagi efisiensi biaya operasional.
2. Pembiayaan Fleksibel
Asosiasi mendorong penerapan skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat agar akses kepemilikan motor listrik semakin terbuka luas.
3. Penguatan Ekosistem
AISMOLI terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam implementasi peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta penguatan infrastruktur pengisian daya secara nasional.
Baca Juga: Aturan Baru Game Online di Indonesia: Wajib Batasi Fitur Chat untuk Anak, Terapkan Verifikasi Usia
Rencana Subsidi Pemerintah
Pemerintah sendiri saat ini tengah mengkaji penerapan insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan rencana pemerintah untuk memberikan subsidi sebesar Rp5 juta per unit bagi setiap pembelian sepeda motor listrik di tahun 2026.
Pemberian insentif ini direncanakan akan berjalan secara bertahap.
Dengan adanya kepastian subsidi, diharapkan masyarakat akan lebih percaya diri untuk beralih dari motor konvensional ke motor listrik, yang pada akhirnya akan menekan emisi karbon secara signifikan.
Selain subsidi, Riniwaty menekankan pentingnya kebijakan non-fiskal yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Penyederhanaan aturan dan edukasi mengenai manfaat motor listrik diharapkan dapat meningkatkan minat beli masyarakat di luar insentif harga.
Sinergi antara industri (AISMOLI) dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya dan kepastian regulasi TKDN menjadi kunci utama agar target adopsi kendaraan listrik pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana. (naz)
Editor : Mizan Ahsani