Jawa Pos Radar Madiun - Satu per satu asosiasi mendorong pemerintah mengeluarkan subsidi untuk mendorong masyarakat beli motor listrik.
Selain diungkapkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) turut menyatakan sikapnya.
AISI menunggu keputusan final dari pemerintah terkait kelanjutan program subsidi sepeda motor listrik tahun 2026.
Saat ini, pembahasan mengenai skema dan keberlanjutan insentif tersebut masih berlangsung di tingkat kementerian terkait.
Sekretaris Jenderal AISI, Hari Budianto, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, hingga saat ini, belum ada rincian pasti yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat.
"Saat ini sedang dalam pembahasan dengan semua pihak terkait. Ada baiknya menunggu sampai dipublikasikan oleh Kementerian Perindustrian," ujar Hari.
Dukungan Penuh AISI terhadap Kebijakan Pemerintah
Meskipun rincian subsidi masih dalam tahap penggodokan, AISI mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam memperoleh akses transportasi sepeda motor.
AISI menyadari sepenuhnya posisi krusial sepeda motor di Indonesia. Bukan sekadar alat transportasi, kendaraan roda dua telah menjadi instrumen vital dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
"Sepeda motor bukan sekadar alat transportasi biasa, tetapi menjadi tulang punggung mobilitas ekonomi masyarakat kita," tegas Hari.
Oleh karena itu, AISI siap mendukung berbagai skema kebijakan yang diambil pemerintah.
Termasuk jika pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program subsidi kendaraan listrik demi meningkatkan adopsi di masyarakat.
Pemerintah Masih Kaji Skema Teknis
Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan konfirmasi bahwa program subsidi ini memang belum secara resmi diumumkan.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa tim teknis pemerintah masih bekerja keras untuk mematangkan detail program.
Beberapa hal yang sedang menjadi fokus pembahasan di tim teknis pemerintah meliputi:
-
Besaran Insentif: Menentukan nominal subsidi yang tepat bagi konsumen.
-
Metode Penyaluran: Mengkaji cara pemberian insentif agar tepat sasaran.
-
Proses Bisnis: Menyusun alur kerja administrasi program agar lebih efisien dan transparan.
Saat ini, masyarakat dan pelaku industri diharapkan bersabar hingga pemerintah merilis keputusan resmi mengenai keberlanjutan program subsidi tersebut.
Langkah ini diambil pemerintah untuk memastikan insentif yang diberikan dapat memberi manfaat maksimal bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik sekaligus meringankan beban masyarakat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani