Jawa Pos Radar Madiun - Persiapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 mulai menjadi sorotan. Berdasarkan prediksi awal, pemerintah diproyeksikan membuka sekitar 300.000 hingga 400.000 formasi ASN untuk mengisi kekosongan jabatan akibat gelombang pensiun besar-besaran.
Baca Juga: Jam Tangan Denzel Washington dalam Film The Equalizer Bukan Sekadar Properti, Tapi Penentu Aksi
Bagi calon pelamar, memilih formasi yang tepat menjadi kunci utama kesuksesan. Berikut adalah bocoran formasi yang diprediksi sepi peminat namun memiliki kuota besar, sehingga memberikan peluang kelulusan yang lebih tinggi:
1. Formasi Teknis dan Spesifik
Formasi ini seringkali kurang dilirik karena persyaratan jurusan yang sangat spesifik atau kewajiban memiliki sertifikat keahlian. Beberapa posisi yang sangat dibutuhkan antara lain:
• Pranata Komputer / IT Analyst: Vital untuk percepatan transformasi digital di seluruh instansi.
• Auditor Ahli Pertama: Fokus pada pengawasan keuangan negara.
• Arsiparis & Pengelola Penanganan Perkara: Kebutuhan tinggi, terutama di instansi hukum seperti Kejaksaan Agung.
• Teknisi Sarana & Prasarana: Dibutuhkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
2. Tenaga Kesehatan dan Pendidik di Daerah Terpencil
Formasi di luar Pulau Jawa atau wilayah non-urban seringkali memiliki rasio pendaftar yang rendah. Padahal, kuota untuk Dokter Spesialis, Perawat, Bidan, Apoteker, hingga Guru jenjang dasar dan kejuruan sangat besar di Puskesmas maupun RSUD setempat.
3. Instansi Pusat Kurang Populer
Beberapa instansi pusat tercatat memiliki perbandingan pendaftar dan kuota yang sangat menguntungkan dibandingkan kementerian "favorit". Instansi tersebut meliputi:
• Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
• Kementerian PAN-RB dan Kemenko PMK.
• Setjen Komnas HAM.
• Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk posisi teknis lapangan.
Strategi Lolos Seleksi
Untuk menghadapi seleksi yang diproyeksikan dibuka pada Juni-Juli 2026 ini, pelamar disarankan untuk "curi start" dalam belajar. Selain itu, memantau data historis formasi di situs SSCASN BKN serta keberanian melamar ke instansi daerah (khususnya Indonesia Timur) dapat menjadi strategi jitu.Baca Juga: Mengenang 10 Tahun Laga Historis: Ketika Stadion Ketonggo ‘Dikuasai’ Brigata Curva Sud Pada Mei 2016
Pastikan seluruh berkas seperti ijazah dan akreditasi program studi telah sesuai dengan persyaratan yang diminta. Informasi resmi terkait rincian formasi nantinya akan diumumkan secara bertahap oleh KemenPAN-RB.(*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani