Jawa Pos Radar Madiun - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan setelah melalui proses evaluasi kinerja selama sekitar satu setengah tahun.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (2/6).
“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.
Mensesneg menjelaskan pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama satu setengah tahun terakhir.
“Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini,” kata Prasetyo.
Menurut dia, sejumlah catatan evaluasi berkaitan dengan kedisiplinan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga kualitas makanan dalam program yang dijalankan BGN.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Pemerintah berharap Nanik S. Deyang mampu memperkuat tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan berbagai program gizi nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.
Baca Juga: BGN Ultimatum 71 SPPG di Magetan, Wajib Beli Telur Langsung dari Peternak
Profil Nanik Sudaryanti Deyang
Bagi masyarakat Madiun, penunjukan Nanik menjadi kebanggaan tersendiri.
Putri daerah yang mengawali karier dari dunia jurnalistik kini dipercaya memimpin lembaga strategis yang bertanggung jawab terhadap perbaikan gizi masyarakat Indonesia.
Nama Nanik bukan sosok baru dalam lingkaran pemerintahan maupun dunia media.
Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memiliki rekam jejak panjang mulai dari jurnalis, pengusaha media, politisi hingga pejabat negara.
Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan Pers Daerah Kompas pada 1989. Setelah itu, Nanik meniti karier di industri media hingga pernah menjabat CEO Kresna Media dan Majalah Prospektif.
Kariernya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Direktur MNC pada periode 2005-2009. Pengalaman panjang di dunia media kemudian membawanya aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik nasional.
Pada Pemilu 2019, Nanik turut bergabung dalam Tim Pemenangan Prabowo-Sandi. Dia juga menjabat Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), organisasi yang fokus membantu kelompok masyarakat rentan.
Saat pemerintahan Prabowo berjalan, Nanik dipercaya menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sejak 17 September 2025.
Posisi tersebut membuatnya terlibat langsung dalam pengawasan dan evaluasi berbagai program strategis BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, Nanik saat ini juga tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero). Jabatan tersebut diperolehnya berdasarkan keputusan pemegang saham pada Juni 2025.
Prestasi Nanik turut mendapat pengakuan negara. Pada Agustus 2025, Presiden memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama kepada Nanik bersama puluhan tokoh lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025. (naz)
Editor : Mizan Ahsani