Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kolaborasi Strategis BPJS Ketenagakerjaan dan BI: Sulap Dana Manfaat Jadi Modal Usaha!

Mizan Ahsani • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:47 WIB
Ilustrasi Pertemuan Petinggi BPJS dengan BI
Ilustrasi Pertemuan Petinggi BPJS dengan BI (MSN.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Kabar baik bagi para pekerja dan penerima manfaat jaminan sosial! BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank Indonesia (BI) tengah menjajaki kolaborasi strategis untuk mencetak wirausaha baru di Tanah Air.

Sinergi ini bertujuan untuk mengubah dana manfaat jaminan sosial agar tidak sekadar habis dipakai konsumsi, melainkan menjadi modal produktif yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Langkah awal komitmen ini dibahas langsung oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, saat mengunjungi Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa (2/6/2026).

Menurut Bambang, banyak peserta yang menerima pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), maupun Jaminan Kematian (JKM) dalam jumlah yang sangat besar. Sayangnya, akibat kurangnya perencanaan finansial, dana tersebut sering kali belum memberikan dampak peningkatan ekonomi jangka panjang bagi keluarga peserta.

Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN

Program Pendampingan Jadi Kunci

Untuk mengatasi tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan dan BI menyiapkan sejumlah program potensial bagi para penerima manfaat, di antaranya:

  • Pelatihan pengelolaan keuangan keluarga serta perencanaan finansial jangka pendek dan panjang.

  • Pendampingan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beserta manajemen kewirausahaan.

  • Edukasi pemasaran secara digital dan pemanfaatan sistem pembayaran QRIS.

  • Fasilitasi penguatan akses menuju lembaga pembiayaan atau perbankan formal.

Potensi dana yang bisa diputar menjadi modal usaha ini sangatlah raksasa. Sepanjang tahun 2025 saja, BPJS Ketenagakerjaan mencatat telah menyalurkan dana manfaat mencapai Rp68,13 triliun untuk 5.024.525 kasus.

Sementara itu, pada periode hingga April 2026, total pembayaran manfaat telah menyentuh angka Rp24,3 triliun untuk 1.817.744 kasus. Penyaluran masif ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan instansi terhadap Asta Cita Misi 3 dan 4 yang berfokus pada ketahanan ekonomi dan pembangunan SDM tangguh.

Baca Juga: Rahasia Algoritma Instagram Reels: Tips Bikin Konten Viral dan Banjir Views

Dukungan Penuh dari Bank Indonesia

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyambut antusias peluang sinergi ini. Meski BI tidak menyalurkan kredit usaha secara langsung, lembaga ini memiliki ekosistem pembinaan dan sertifikasi UMKM yang sangat mumpuni.

Melalui berbagai pelatihan, termasuk penyusunan laporan keuangan dan digitalisasi, BI siap menjembatani para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun ahli waris agar bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Suhuri, juga menegaskan kesiapannya dalam mendukung implementasi program mulia ini di lapangan. Harapannya, para peserta tidak sekadar menerima jaring pengaman sosial, tetapi benar-benar memiliki kesempatan untuk "naik kelas" menjadi wirausahawan mandiri yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#BPJSKetenagakerjaan #Kolaborasi Nasional #BantuanModalUsaha #BPJSBI2026 #bi